Berita

Parenting Talkshow yang digelar Farah.id di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 September 2022/RMOL

Kesehatan

Hati-hati, Gangguan Kesehatan Mental Juga Bisa Terjadi karena Keturunan

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 15:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meningkatnya kepedulian terhadap mental health atau kesehatan mental telah menyibak banyak kasus terkait gangguan kesehatan mental yang bagaikan gunung es.

Mengutip penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehat secara mental adalah kondisi sejahtera yang membuat diri dapat menemukan potensi, dapat menangani stres harian, bisa produktif, dan memberikan kontribusi.

"Kalau tidak sehat, keseharian jadi terganggu. Nah kalau sudah mengalami gangguan, memerlukan perawatan, psikoterapi, hingga medikasi oral," ujar psikolog sekaligus pendiri Ruang Tumbuh, Irma Gustiana dalam Parenting Talkshow yang digelar Farah.id di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/9).


Bertema "Darurat Kesehatan Mental Bagi Remaja, Mengapa Kian Rentan?", diskusi ini menyoroti tingginya angka gangguan kesehatan mental yang dialami remaja.

Data menunjukkan, 15 juta anak mengalami masalah gangguan mental. Lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih 12 tahun mengalami depresi. Bahkan setiap tahunnya, 1.800 orang bunuh diri.

Diskusi ini juga menghadirkan Mona Ratuliu sebagai Founder Parenthink.

Faktor Genetik dalam Gangguan Kesehatan Mental

Irma menuturkan, ada empat faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan mental.

"Pertama, biologis genetik. Biasanya kita punya genetik dari ayah, ibu, nenek, kakek, yang pernah mengalami gangguan psikologis. Entah itu OCD, bipolar, dan sebagainya," ujar Irma.

Seperti penyakit regeneratif lainnya, ia menuturkan, cara yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalisir potensi dan bagaimana cara merawatnya. Sehingga ketika terpicu, maka akan lebih paham mekanisme yang dapat dilakukan dan tidak menjadi sebuah gangguan.

Selain faktor biologis, hal lain yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental adalah lingkungan sosial, psikologi diri, dan media sosial.

Mendeteksi Dini

Merujuk pada data, gangguan kesehatan mental rentan terjadi pada ibu, anak, dan remaja. Dalam hal ini ada beberapa gejala awal yang penting untuk diperhatikan.

Irma mengatakan, ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan mental, maka ada gejala fisik yang dialami, kebanyakan terjadi di saluran pencernaan, seperti asam lambung, GERD, dan diare. Selain itu, gangguan fisik seperti sakit kepala, migrain, dan vertigo juga kerap terjadi.

"Kedua, terjadi perubahan emosi. Kalau intensitas marahnya lebih sering dan kuat, kemungkinan mengalami stres. Kalau marah-marah biasanya muncul perilaku mengamuk, banting pintu, cubit anak, dan semua terjadi selama dua pekan, itu perlu diwaspadai," jelasnya.

Di samping itu, gangguan kesehatan mental juga berpengaruh pada kognitif, seperti konsentrasi menurun, gampang lupa, atau ada pikiran-pikiran untuk menyakiti diri dan orang lain.

Jika mendeteksi adanya ciri-ciri tersebut, maka perlu untuk segera mencari bantuan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya