Berita

Edhi Baskoro Yudhoyono/Ist

Politik

Tegaskan Demokrat Pro-indonesia, Ibas: SBY "Golden Boy of Indonesia"

SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 22:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Indonesia akan menggelar pesta demokrasi pada tahun 2024. Pemilu seharusnya menjadi momentum untuk kepentingan bangsa dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Pro Indonesia.

“Kita harus ingat dan perhatikan bersama bahwa momentum Pemilu maupun pemilihan Presiden 2024 yang akan datang bertujuan untuk kebaikan Indonesia, harus memihak pada Tanah Air," ujar Ibas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/9).


"Momentum untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Presiden 2024 akan dan harus ‘Indonesia First’, mengedepankan kepentingan Bangsa Indonesia,” sambungnya.

Sehubungan dengan Pemilu 2024, menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini, kepentingan negara besar lain pasti ada.

Meskipun demikian, Indonesia merupakan negara yang berdaulat, Sovereign Nation yang sudah merdeka selama hampir se-abad. Oleh karena itu, kepentingan nasional Indonesia harus menjadi poin utama dalam penentuan kebijakan, bukan negara lain.

Ibas menuturkan, negara-negara asing baik Amerika, Rusia, China, maupun negara lainnya, tentunya memiliki kepentingan masing-masing terhadap negara Indonesia.

"Namun di balik semua itu, yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan negara asing untuk memberikan keuntungan atau manfaat yang sebesar-besarnya bagi Indonesia. Indonesia harus jadi juara di negeri sendiri, tapi juga harus bersemi di dunia internasional,” lanjutnya.

Ibas kemudian menegaskan bahwa partai Demokrat tidak bisa dikatakan Pro-Amerika ataupun Pro-China. “Kami sendiri dibilang Pro Amerika, tentu tidak! Dibilang Pro-China juga tidak! SBY ini Pro Indonesia, Ibas ini Pro Indonesia, Partai Demokrat Pro Indonesia,” tegasnya.

Pada masa pemerintahan sebelumnya, SBY berhubungan baik dengan Amerika dan juga dengan China. Beliau beberapa kali kunjungan ke Amerika dan membangun kemitraan strategis dengan Amerika.

"Dengan China juga demikian, beliau beberapa kali mengundang investor China hadir ke Indonesia. Begitu pun beliau sempat berkunjung ke China, dan hubungannya sangat baik,” tuturnya.

Ibas kemudian juga membahas tentang filosofi utama kebijakan luar negeri Indonesia di zaman Presiden SBY, yaitu "all foreign direct policy with millions friends, zero enemy”.

“Kebijakan luar negeri semua arah di mana satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit. Kita bisa kerja sama dengan siapa pun. Filosofi ini menjadi dasar kebijakan kerjasama dengan negara lain di dunia,”katanya.

Filosofi ini terlihat juga dalam partisipasi Indonesia dalam berbagai forum-forum negara di dunia, di antaranya forum G20, ASEAN, Bali Agreement tahun 2007, yang kemudian menjadi cikal bakal Paris Agreement on Climate Change 2015, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dan berbagai perjanjian pasar bebas (FTA) dengan Jepang, India, dan Tiongkok serta berbagai forum internasional lainnya.

"Indonesia juga telah terlibat dalam strategic partnership. Sehingga dengan filosofi ini, Presiden SBY mendorong pemanfaatan soft power dan pengaruh Indonesia di tingkat dunia,” papar Wakil Ketua Banggar DPR RI ini.

Di masa Presiden SBY juga ada 4 track strategis yang menurut Ibas menjadi landasan kerjasama-kerjasama dunia tersebut, yang ujungnya untuk meningkatkan investasi, pengurangan kemiskinan, pengangguran, dan peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi ‘sustainable growth with equity (pro-growth), menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat (pro-jobs), memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, terutama untuk kalangan berpenghasilan menengah rendah (pro-poor), sembari tetap menjaga kelestarian lingkungan Indonesia sebagai warisan anak cucu kita (pro-environment).

“Jadi, SBY menurut saya dia adalah salah satu ‘Golden Boy of Indonesia’. Dalam pemilihan presiden mendatang, tentunya tugas kita untuk mencetak Golden Boy-Golden Boy of Indonesia lainnya yang Pro-Indonesia, yang kepemimpinannya sepenuhnya untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia berkeadilan sosial tapi di lain sisi juga tetap eksis, aktif, produktif dalam pergaulan tingkat dunia,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya