Berita

Vaksin PMK/Net

Politik

Tangani Wabah PMK, DPR Desak Kementan Jujur dalam Penyediaan Vaksin

SENIN, 26 SEPTEMBER 2022 | 22:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kementerian Pertanian menunjuk lima importir tanpa tender untuk mendatangkan 51,8 juta dosis vaksin PMK hingga November 2022. Salah satunya perusahaan buah- buahan yang mendapat jatah vaksin kedua terbanyak.

Perusahaan itu bernama PT Hakikat Alam Indonesia satu yang menjadi agen tunggal vaksin CAVac di Indonesia sejak 20 Juni 2022. Perusahaan ini ditunjuk sebagai agen tunggal sepekan sebelum Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerbitkan Kepmen nomor 510/2022 tentang vaksinasi penanggulangan PMK pada 28 Juni 2022.

Keputusan itu kemudian direvisi dengan nomor 517 pada 7 Juli 2022. Dalam keputusan terbaru ini, CAVac menjadi vaksin PMK bersama empat merek lain: Aftosa dan Aftogen Oleo dari Argentina, Aftomune dari Brasil, serta Aftopor dari Prancis.


Terkait hal ini, Ketua komisi IV DPR RI, Sudin mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) bersikap jujur dalam upaya menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Selain itu, ia juga telah melaporkan sejumlah kejanggalan ke BPK dan meyakini akan ada temuan dalam proses penyelidikan.

Dia juga turut mempertanyakan harga beli vaksin PMK yang dilakukan oleh Dirjen PMK pada tahap pertama pengadaan vaksin.

Sudin mengatakan, Kementan malah bekerja sama dengan rekanan yang belum berpengalaman dalam pengadaan vaksin. Perusahaan tersebut di sebut menjadi makelar sarang burung walet dan tidak memiliki pengalaman dalam hal pengadaan alat kesehatan.

Dia pun menanyakan harga beli vaksin PMK yang dilakukan Kementan saat ini.

“Jadi tolong jujur. Kemarin beli berapa dan sekarang berapa?” kata Sudin di Jakarta, Senin (26/9).

Sudin juga mempertanyakan harga beli vaksin PMK yang dilakukan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah pada tahap pertama pengadaan vaksin. Kementan dianggap bekerja sama dengan rekanan yang belum berpengalaman dalam pengadaan vaksin.

Nasrullah menjelaskan saat pengadaan pertama harga vaksin dibeli per dosis pada harga Rp 38 ribu. Sedangkan untuk pembelian saat ini, harga vaksin PMK yang didatangkan dari luar negeri hanya Rp 20 ribu per dosis.

“Nah, bedanya Rp18 ribu, ya. Itu terlalu mahal. Saya juga sudah lapor ke BPK ini akan ada temuan. Terkait ini di majalah Tempo diangkat. Seorang pemain pemula bukan pemain vaksin bukan pemain alat kedokteran bukan pemain alat kesehatan, tiba-tiba dapat penugasan pengadaan sekian juta vaksin," timpal Sudin.

Dari 5 perusahaan yang di tunjuk Kementrian Pertanian terdapat satu perusahaan yang menjadi sorotan dan di pertanyakan. Perusahaan itu adalah PT HAIS. Perusahaan yang berkantor di Jelambar, Jakarta Barat, itu menyatakan sanggup mendatangkan vaksin PMK dari Cina sebanyak 14 juta dosis.

Artinya, perusahaan akan memasok hampir sepertiga kebutuhan vaksin PMK hingga November 2022 sebanyak 51,8 juta dosis. Akta perusahaan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyatakan ruang lingkup usaha PT HAIS baru ditambahkan sebagai importir vaksin pada 8 Juni 2022. Sebelumnya, perusahaan yang berdiri pada 25 Oktober 2018 Ini eksportir buah buahan.



Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya