Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Aktivitas Politik China Berjalan Normal, Rumor Kudeta Xi Jinping Sebatas Psy-War Barat?

SENIN, 26 SEPTEMBER 2022 | 09:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rumor kudeta terhadap Presiden China Xi Jinping semakin diragukan. Para ahli tampaknya meyakini Xi masih memegang kendali terlepas dari rumor yang viral di media sosial.

Pada akhir pekan, nama Xi Jinping menjadi trending topic di Twitter. Muncul desas-desus bahwa Xi digulingkan dan menjadi tahanan rumah setelah kembali dari KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan.

Hingga saat ini, belum ada respons dari pemerintah atau media China terkait dengan rumor-rumor yang beredar.

Karantina Bukan Tahanan Rumah

Xi terakhir kali terlihat di depan umum selama KTT SCO yang dihadiri sejumlah pemimpin negara lainnya, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Muncul laporan bahwa Xi tidak terlihat setelah KTT, ia juga melewatkan makan malam bersama. Namun otoritas Beijing menyebut hal itu dilakukan Xi untuk mengikuti kebijakan Zero Covid.

Dengan kebijakan Zero Covid yang ketat di China, kemungkinan Xi bukanlah tahanan rumah, melainkan sedang menjalani karantina. Berdasarkan kebijakan tersebut, setiap individu yang masuk ke China dari luar negeri harus menjalani karantina.

Pembatalan Penerbangan

Seiring dengan rumor kudeta, muncul laporan dari China.com yang menyebut sebanyak 9.583 penerbangan telah dibatalkan pada Rabu (21/9) pukul 10.35 malam waktu setempat. Itu berarti 59,66 persen penerbangan terjadwal dibatalkan pada hari itu.

Selain itu, operasi kereta api dan bus juga dilaporkan telah dihentikan selama beberapa hari terakhir.

Situs web Bandara Internasional Ibu Kota Beijing menunjukkan bahwa beberapa penerbangan dibatalkan, beberapa lainnya dijadwalkan, sedikit tertunda, atau sudah mendarat.

Di Twitter, pakar China Aadil Brar membagikan data penerbangan dan mengatakan tidak ada gangguan penerbangan.

Di samping itu, lalu lintas penerbangan China belum kembali ke tingkat pra-pandemi yang bisa menjadi alasan data menunjukkan lebih sedikit jumlah penerbangan keluar dari Beijing.

Aktivitas Politik Berjalan Normal

Media-media China sejauh ini masih melaporkan kegiatan politik yang berjalan lancar. Xinhua misalnya yang melaporkan persiapan menjelang Kongres Partai Komunis China (PKC) pada 16 Oktober mendatang.

Pakar China Aadil Brar juga mengunggah klip video yang menunjukkan pertemuan para politisi China.

"Aktivitas politik di Beijing berjalan normal. Sangat aneh untuk sebuah 'kudeta'," ujarnya.

Selain itu, beberapa media lokal seperti South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong telah mengunggah banyak pembaruan tentang berbagai isu tentang China dalam 24 jam terakhir, tetapi tidak ada yang terkait dengan teori kudeta China.

Perang Psikologis dari Barat?

Para ahli meyakini rumor kudeta terhadap Xi merupakan bagian dari psy-war (psychological war) atau perang psikologis yang dibuat Barat.

Tidak diketahui siapa yang pertama kali menyebarkan rumor ini, namun seketika menjadi viral di Twitter India. India sendiri merupakan sekutu Barat di Quad, dan memiliki hubungan tegang dengan China atas sengketa di perbatasan Himalaya. Lalu seorang politisi India menyuarakannya hingga tersebar ke sejumlah media.

Rumor ini menjadi kuat lantaran sempat muncul desas-desus ketegangan di dalam politik domestik China, di tengah upaya Xi untuk mengamankan masa jabatan periode ketiganya.

Penulis Gordon G. Chang menyebut situasi di China dalam beberapa waktu terakhir memang tidak biasa, khususnya di antara para pemimpin PKC.

"Kurangnya berita dari China selama beberapa jam terakhir membuat rumor kudeta tidak benar. Tapi apapun yang terjadi di dalam militer China selama tiga hari terakhir, terbukti sesuatu tidak biasa terjadi, menunjukkan adanya ketegangan di antara kepemimpinan senior PKC," cuitnya pada Sabtu (24/9).

Ketegangan itu muncul setelah dua mantan menteri divonis hukuman mati dan empat pejabat lainnya dipenjara seumur hidup pada pekan lalu. Meski hukuman diberikan atas kampanye anti-korupsi, namun keenamnya diyakini merupakan oposisi Xi.

Tidak hanya itu, rumor ini juga membuat nama Jenderal Li Qiaoming muncul ke permukaan. Li disebut-sebut sebagai dalang kudeta bersama mantan Presiden Hu Jintao dan mantan Perdana Menteri Wen Jibao.

Li merupakan jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sekaligus anggota Komite Pusat PKC. Ia pernah memegang berbagai jabatan penting di PLA. Namanya melesat setelah Xi berkuasa pada 2013.

Tetapi tidak seperti jenderal lainnya yang jarang berbicara mengenai isu politik, Li justru kerap menulis artikel secara teratur. Hal ini tampaknya yang membuat nama Li muncul dalam rumor sebagai pengganti Xi.

Populer

Muktamar Muhammadiyah Mengerucut ke Tiga Nama Ini

Sabtu, 19 November 2022 | 16:23

Membuka Kemungkinan PKB Dukung Anies Baswedan

Selasa, 22 November 2022 | 02:55

Koalisi Pakatan Harapan Diprediksi Raih Kursi Terbanyak Pada Pemilu Malaysia Hari Ini

Sabtu, 19 November 2022 | 12:52

Warga Dogiyai Mencari Dugaan Orang Hilang, Polisi Harus Apresiasi dan Kerja Sama

Jumat, 18 November 2022 | 21:56

Urai Teknik Nabok Nyilih Tangan, RR: Sekarang Gubernur DKI Siap Merusak Apa yang Dikerjakan Anies

Minggu, 20 November 2022 | 11:34

"Anies Effect" Mulai Terasa, Partai Besar Hingga Jokowi Diyakini Akan Dukung Anies Baswedan Capres 2024

Kamis, 17 November 2022 | 08:42

Hasil Pemilihan Muktamar Muhammadiyah: Haedar Nashir Teratas Disusul Abdul Muti dan Anwar Abbas

Minggu, 20 November 2022 | 00:11

UPDATE

Ace Hasan Jelaskan Peran DPR RI Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji

Senin, 28 November 2022 | 00:17

Arsjad Rasjid Ambisi jadi Menteri jika Ganjar Terplih jadi Presiden

Minggu, 27 November 2022 | 23:55

PPI Dunia Dukung Pemerintah Banding Atas Putusan Sengketa Ekspor Bijih Nikel

Minggu, 27 November 2022 | 23:30

Kepala BP2MI Minta Perang, Andi Sinulingga: Di Otaknya yang Berbeda Itu Lawan

Minggu, 27 November 2022 | 23:01

Tantangan Pemiu 2024

Minggu, 27 November 2022 | 23:00

Ridlwan Habib: Panglima TNI Harus Mampu Pahami Proses Politik, Bukan Berpolitik Praktis

Minggu, 27 November 2022 | 22:36

Lewat Polling, Rapimwil PPP Jateng Hasilkan Nama Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024

Minggu, 27 November 2022 | 22:15

Anwar Ibrahim, The Lion of Malays

Minggu, 27 November 2022 | 22:00

Kritik Acara Nusantara Bersatu, PDIP: Kalau Relawan Sejati, Harusnya Turun Bantu Rakyat Cianjur

Minggu, 27 November 2022 | 21:59

Kemitraan Antarnegara Penting untuk Atasi Tantangan Eksploitasi Internet Ekstremis Kekerasan

Minggu, 27 November 2022 | 21:51

Selengkapnya