Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kejahatan Anti-India Merebak di Kanada, Warga Diminta Waspada

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2022 | 23:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Meningkatnya kekerasan berbasis rasial terhadap orang-orang India di Kanada telah meningkatkan kekhawatiran New Delhi. Kementerian Luar Negeri India bahkan mengeluarkan imbauan kepada warganya di Kanada untuk terus berhati-hati.

Pada Jumat (23/9), Kemlu India telah mengeluarkan imbauan untuk warganya di Kanada.

“Mengingat meningkatnya insiden kejahatan, warga negara India dan pelajar dari India di Kanada dan mereka yang ke Kanada untuk perjalanan atau pun pendidikan disarankan untuk berhati-hati dan tetap waspada,” ujar Kemlu India.


Pernyataan itu juga menyebut pemerintah India telah meminta otoritas Kanada untuk menyelidiki kejahatan rasial yang terjadi dan mengambil tindakan tegas pada kelompok ekstremis yang menargetkan warga India.

Lebih lanjut, Kemlu juga mengingatkan warganya untuk melapor ke Komisi Tinggi India di Ottawa atau Konsulat Jenderal India di Toronto dan Vancouver jika mengalami keadaan darurat.

Pekan lalu, kuil BAPS Swaminarayan Mandir di Toronto telah dirusak dengan grafiti anti-India, yang diduga dilakukan oleh kelompok ektrimis Khalistani. Kelompok ini merupakan gerakan separatis Sikh, yang berusaha untuk membentuk sebuah negara terpisah dari wilayah Punjab di India.

Sampai saat ini pelaku kejahatan tersebut masih belum diadili di Kanada. Meskipun beberapa anggota parlemen Kanada asal India serta Komisi Tinggi India di sana telah mendesak pemerintah Kanada untuk segera menindaklanjuti dengan serius aksi kejahatan ini.

Kanada merupakan salah satu negara dengan tujuan terbanyak pilihan siswa India untuk melanjutkan pendidikannya di universitas. Sekitar 1,6 juta orang termasuk para pekerja yang berasal dari India saat ini tengah berada di Kanada, salah satu konsentrasi diaspora India terbesar di seluruh dunia. Masyarakat India telah menyumbang lebih dari 3 persen populasi di Kanada. Untuk itu pemerintah India berusaha keras untuk terus melindungi keamanan warga negaranya di sana.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya