Berita

Pengamat civil society Haris Azhar (paling kiri)/RMOL

Politik

Haris Azhar Prediksi Tensi Politik Meningkat Pasca Anies Lepas Jabatan Gubernur

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2022 | 20:00 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal berakhir di bulan Oktober 2022 mendatang. Anies yang merupakan salah satu kandidat calon presiden yang diusung Partai Nasdem bakal memanaskan pertarungan politik ke depan.

Demikian analisa pengamat civil society Haris Azhar dalam acara diskusi dalam Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) bertemakan Antisipasi Skandal Demokrasi 2023 dengan Saksi Demokrasi, Jakarta Pusat, Minggu (18/9).

Haris menuturkan, manuver politik bakal terjadi seperti pada Pemilu 2019 lalu. Dia memprediksi, ketegangan politik jelang Pemilu 2024 bakal muncul setelah Anies Baswedan tak lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta.


“Tensi akan lebih tinggi ke depan dengan model-model intimidatif, persuasif lalu juga model-model kriminalisasi ini makin akan terus terjadi ke depan. Paska Anies berhenti jadi gubernur saya pikir tensi ini apa yang saya sebutkan tadi adalah tensi makin meningkat,” ucap Haris.

Dia menambahkan, saat ini loyalis Anies Baswedan cukup massif membentuk opini-opini publik tentang keberhasilan sang gubernur. Ia menganalisa, pertarungan politik akan semakin memanas, setelah Anies bukan Gubernur DKI.

“Karena dari kubunya Anies juga nanti akan ngegas juga ke depan, dalam hal ini Demokrat Nasdem, PKS kalau jadi,” imbuhnya.

Menurutnya, partai pendukung Anies Baswedan akan ditawari sejumlah janji sebagai manuver untuk tidak mengusung Anies Baswedan.

“Kalau mereka kuat dari tawaran-tawaran politik yang datang dari istana pasti antara tekanan stick and carrot itu kan pasti muncul mau dipukul atau mau dikasih wortel kira-kira begitu kalau wortel ditolak pemukulan makin kuat,” katanya.

Pihaknya meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan adanya pertarungan politik yang kurang elok. Hal yang kurang elok seperti mengendalikan buzzer untuk melakukan perlawanan.

Ia berharap, masyakarat harus sadar berpolitik menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

"Biarkanlah mereka bertempur. Bagaimana caranya masyarakat sipil itu mengisi ruang tadi. Karena kalau enggak, ruangnya diisi oleh buzzer oleh model-model buzzer deklaratif sibuk deklarasi dan di mana-mana,” pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya