Berita

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/RMOLJabar

Politik

Peretasan Data Pribadi Bikin Masyarakat Waswas, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Lebih Serius

RABU, 14 SEPTEMBER 2022 | 08:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemerintah Pusat harus lebih serius dalam menangani kebocoran data diri yang diretas oleh hacker. Agar kepercayaan masyarakat tidak makin merosot karena takut data mereka disalahgunakan.

"Kami mewakili masyarakat Jabar juga yang resah mohon ada upaya-upaya yang maksimal dari pemerintah pusat terkait keresahan banyaknya seliweran data-data masyarakat yang dipergunakan tidak semestinya," kata Gubernr Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (13/9).

Sebab, data diri merupakan hal yang penting dan bersifat pribadi. Dengan begitu, Pemerintah Pusat harus harus segera memberikan pengamanan supaya data tidak disalahgunakan.


"Ada yang tercatat dalam pendaftaran partai politik, WA-WA (WhatsApp)-nya dijadikan penjualan online yang menggangu dan sebagainya, dan kemarin ada hacker bikin heboh nasional, meng-hack data pribadi," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, pengamanan data diri harus menjadi perhatian bagi pemerintah dalam memberikan pengamanan dan hak masyarakat agar tidak disebarluaskan oleh oknum.

"Jadi ini bukan hal biasa-biasa harus disikapi dengan sebuah cara strategi yang memang kewenangannya ada di pemerintahan pusat," tuturnya.

Didasari hal itu, Kang Emil berharap Pemerintah Pusat lebih maksimal dalam melindungi data pribadi masyarakat di dunia maya. Perlindungan itu dapat direalisasikan melalui undang-undang.

"Mudah-mudahan ada sebuah upaya, sehingga kebocoran data itu ada perlindungan undang-undang ataupun aksi untuk menenangkan masyarakat," pungkasnya.

Belakangan dunia maya digegerkan oleh ulah akun Bjorka yang banyak membocorkan dan meretas data-data penting di Indonesia. Mulai dari data kartu SIM hingga beberapa data pejabat negara di Indonesia.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya