Berita

Taliban/Net

Dunia

Survei: Afghanistan Peringkat Pertama Negara Paling Tidak Bahagia di Dunia

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2022 | 07:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

RMOL. Afghanistan menempati peringkat pertama dalam daftar negara-negara paling tidak bahagia di dunia. Indikator penilaian termasuk rasa sakit fisik, tekanan mental, gangguan mental yang dipicu oleh kemiskinan dan pengangguran, kecemasan, dan kemarahan.

Sejak Taliban mengambil alih otoritas di Afghanistan setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS), keadaan emosional Afghanistan mencerminkan ketidakstabilan dan ketidakpastian.

Menurut Indeks Pengalaman Negatif Gallup, total 80 persen warga Afghanistan khawatir dan terganggu, 74 persen dalam tekanan mental yang disebabkan oleh kemiskinan dan pengangguran, sedangkan kondisi 61 persen warga Afghanistan didefinisikan sebagai "sedih".


Pada tahun 2021, kekhawatiran, ketegangan, dan kesedihan mencapai titik tertinggi sepanjang masa di Afghanistan, seperti dimuat Khaama Press.

Sebuah survei yang dilakukan pada Agustus hingga September 2021 menunjukkan, 53 persen warga Afghanistan ingin meninggalkan negara itu, tepat setelah Taliban berkuasa.

Selain itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) di Afghanistan dan Program Pangan Dunia (WFP) telah menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya kerawanan pangan dan kemiskinan di Afghanistan.

Melalui Twitter, UNOCHA di Afghanistan mengatakan bahwa 25 juta orang di Afghanistan menghadapi kemiskinan, 19 juta orang menghadapi kerawanan pangan, 25 juta orang sudah hidup dalam kemiskinan, dan 5,8 juta orang berada dalam pengungsian.

"Krisis ekonomi menghapus pekerjaan, gaji dan mata pencaharian di seluruh Afghanistan, membantu keluarga dan masyarakat mendukung diri mereka sendiri lebih penting dari sebelumnya," kata WFP di Twitter.

Sejak Taliban merebut kekuasaan, situasi hak asasi manusia telah diperburuk oleh krisis ekonomi, keuangan dan kemanusiaan nasional dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya