Berita

Rembuk Gerakan kedua PB PMII tentang Membongkar Akar Masalah Kenaikan Harga BBM/RMOL

Politik

Kawal Pencabutan Kenaikan Harga BBM, PB PMII Soroti Kelangkaan di Indonesia Timur

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 03:58 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dalam rangka mengawal pencabutan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengadakan Rembuk Gerakan kedua usai aksi Senin kemarin (5/9)  di Istana Negara, Jln Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Dalam acara bertema "Membongkar Akar Masalah Kenaikan Harga BBM", Kamis (08/09) sore, PB PMII menghadirkan Peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman dan Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov.

Ketua Umum PB PMII, M. Abdullah Syukri mengatakan bahwa PMII terus melakukan pendalaman atas kebijakan BBM dengan data yang berimbang, baik data pemerintah maupun data para pakar dan sejumlah data pendukung lainnya.


"Pemerintah punya data dan angka, tapi PMII mempunyai fakta yang nyata di tengah rakyat," jelas Abdullah Syukri dalam keterangannya, Jumat dini hari (9/9).

Bahkan, kata Syukri, selain harga naik, BBM di luar pulau Jawa sudah biasa langka, khususnya di Indonesia Timur.

PB PMII , tegas Syukri, terus mendorong PKC dan Cabang agar tetap mengawal kebijakan kenaikan harga BBM yang tidak pro terhadap rakyat kecil.

"PMII harus menjadi garda terdepan soal penolakan harga BBM ini," tegas Syukri.

Sementara itu, Ferdy Hasiman menjelaskan, di tengah koalisi yang gemuk, masyarakat sipil harus menyeimbangi pemerintah.

Ferdy membeberkan, wacana kenaikan harga BBM mulai diwacanakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani jika Pertalite tidak naik, maka beban APBN akan lebih besar.

Ia menjelaskan, dalam Perpres 22/2022 tentang Rincian APBN terlihat pemerintah menambah subsidi energi.

Kendati demikian, kata Ferdy, Perpres 117/2021 tentang Kategori BBM mengatur jenis BBM tertentu (JBT), Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), dan jenis bbm umum (JBU).

"Yang jadi polemik adalah pertalite. Di lain sisi, cashflow Pertamina di mana BBM penunjukan harus disubsidi, maka harus dikonvensasi (biaya pengilangan) oleh pemerintah," jelas Ferdy.

Lebih lanjut dijelaskan, harus ada pengendalian konsumsi BBM (konsumsi JBT tidak boleh melebihi kuota).

Ferdy juga menyinggung Peraturan Presiden 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Perpres ini tidak ada pengaturan soal kendaraan apa yang berhak atas subsidi. Kenapa Perpres ini tidak di revisi? Karena  melindungi rantai para mafia yang berkelindan di sektor migas," beber Ferdy.

Peneliti yang malang melintang di isu hulu migas dan pertambangan ini mengungkapkan, di hulu migas, kebutuhan konsumsi sangat besar, produksi nasional kita hanya mampu memenuhi 50 persen. Akibatnya, harus impor dari Negara Singapura.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya