Berita

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

Wakil Ketua MPR: Seharusnya Pemerintah Tak Perlu Merasa Dibebani oleh Subsidi

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2022 | 16:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Alasan pemerintah mengurangi subsidi BBM lantaran membebani APBN sebesar Rp 502 triliun dianggap tidak masuk akal.

Menurut Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, tidak sepatutnya pemerintah mengeluh dengan beralasan subsidi bagi rakyat menjadi beban APBN.

Sebab, kata HNW, sebagaimana amanat dalam Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45) negara wajib memberikan kesejahteraan umum bagi rakyatnya.


“Karena Pasal 33 UUD 45 itu menegaskan bahwa pemerintah harus memilihara fakir miskin bukan untuk membiarkan ada, di pembukaan UUD alinea 4 tugas negara untuk memakmurkan kesejahteraan umum, pancasila sila ke-5 menegaskan bahwa keharusan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Hidayat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/9).

Wakil Ketua Dewan Syuro PKS ini menambahkan, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, bukan malah mengeluh terbabani mengeluarkan subsidi. Pasalnya, ada 26,100 juta orang miskin yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan harus diperhatikan secara baik.

"Jadi, logikanya, pemerintah tidak seharusnya merasa dibebani oleh subsidi. (mensejahterakan rakyat) Itu adalah kewajiban negara, untuk melaksanakan UUD, sehingga ini yang harus dipertimbangkan,” katanya.

Hidayat mengurai ada banyak cara untuk menutup beban negara tanpa harus mengurangi subsidi. Misalnya, dengan memotong mata rantai mafia impor BBM di Indonesia.

“Karena Indonesia impor minyak dari Singapura harga minyak Indonesia jadi gonjang ganjing ini, ternyata itu hasil ekspor minyak mentah dari Indonesia. Kenapa ini bisa terjadi karena ada mafia minyaknya kan. Orientasi impor itu harus dievaluasi, kita akan jauh lebih tinggi (pendapatannya) dari sekadar memotong atau menghapus dari pensiun DPR,” katanya.



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya