Berita

F-35/Net

Dunia

Mengandung Bahan Buatan China, Pentagon Hentikan Sementara Pengiriman Pesawat Tempur F-35

KAMIS, 08 SEPTEMBER 2022 | 08:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pentagon telah menghentikan sementara pengiriman pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin menyusul ditemukannya bahan mentah buatan China di dalam pesawat mereka.

Lockheed Martin dalam rilisnya pada Rabu (7/9) mengatakan magnet di mesin turbo buatan Honeywell F-35 - komponen mesin yang menyediakan tenaga untuk starter/generator yang dipasang di mesin - baru-baru ini ditemukan dibuat dengan paduan kobalt dan samarium yang datang dari China, seperti dilaporkan Bloomberg.

Lockheed mengatakan paduan untuk bagian ini dimagnetisasi di Amerika Serikat.


Juru bicara Lockheed, Laura Siebert mengatakan magnet pada F-35 yang sudah dikirim tidak akan diganti dengan magnet yang terbuat dari bahan non-Cina karena Pentagon telah memutuskan magnet tersebut aman untuk penerbangan dan tidak membahayakan informasi program yang sensitif.

Hal itu ditegaskan juru bicara F-35 JPO, Russell Goemaere. Ia mengatakan magnet yang dimaksud tidak mengirimkan informasi atau membahayakan pesawat, dan mengatakan operasi penerbangan untuk F-35 yang sudah dikirim dan dalam pelayanan akan tetap dilanjutkan.

“Setelah masalah ditemukan, kantor program F-35 menemukan sumber alternatif untuk paduan yang akan digunakan di mesin turbo masa depan,” kata Goemaere, dan pengiriman F-35 dihentikan sebagai tindakan pencegahan.

Lockheed mengatakan bahwa perusahaan Honeywell memberi tahu tentang paduan yang bersumber dari China pada akhir Agustus. Pengungkapan itu terjadi setelah Honeywell mengetahui dari salah satu pemasoknya bahwa pemasok lain telah menggunakan paduan yang bersumber dari China untuk magnetnya.

“Kami bekerja dengan mitra kami dan Departemen Pertahanan untuk memastikan kepatuhan kontrak dalam rantai pasokan,” kata Lockheed.

“Magnet tidak memiliki visibilitas atau akses ke informasi program sensitif apa pun. F-35 tetap aman untuk penerbangan, dan kami bekerja dengan Departemen Pertahanan untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin untuk melanjutkan pengiriman," lanjutnya.

Tidak jelas berapa lama penghentian pengiriman akan berlangsung, kata Lockheed, tetapi menambahkan bahwa perusahaan tetap di jalur untuk mengirimkan 148-153 pesawat tempur pada tahun 2022. Sejauh ini, 88 F-35 dikirim tahun ini.

Namun saat ini pihak terkait sedang melakukan penyelidikan untuk memahami bagaimana materi China lolos dari proses dan untuk memperbaiki masalah.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya