Berita

Presiden Joko Widodo

Politik

Di Hadapan 100 Ekonom, Jokowi: Dibutuhkan Pemikiran "Abu Nawas" di Tengah Kondisi Tidak Normal

Laporan: Jahhid Fitrah Alamsyah*
RABU, 07 SEPTEMBER 2022 | 22:15 WIB

Ekonom-ekonom Indonesia jangan teraku pada pemikiran yang sudah ada selama ini. Mereka, harus untuk meninggalkan cara lama dalam menghadapi situasi krisis di Indonesia hari ini.

Begitu dikatakan Presiden Joko Widodo saat membuka acara Sarahsehan 100 Ekonom Indonesia Tahun 2022 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (7/9).

Acara yang dihadiri oleh 100 ekonom dengan berbagai macam latar belakang profesi ini, mengangkat tema "Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia".


Dikutip dari situs resmi Sekretariat Presiden, Jokowi menyampaikan, agar para ekonom untuk menggunakan pemikiran ala Abu Nawas dalam merumuskan formula menghadapi krisis yang sedang terjadi.

"Saya juga titip kepada para ekonom, jangan menunggunakan pakem-pekem yang ada, jangan menggunakan sesuatu yang standar, karena ini keadaannya tidak normal, sangat tidak normal," ujar Jokowi.

"Dibutuhkan pemikiran yang 'Abu Nawas', yang kancil-kancil gitu, agar melompat-lompat, tapi memang, memang harus seperti itu," imbuhnya.

Selain itu, Jokowi juga menekankan perihal pekerjaan yang harus dikerjakan dengan sangat detail di tengah situasi yang tidak normal. Tidak hanya terfokus pada level makro, namun level mikro juga harus lebih diperhatikan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengungkapkan, bahwa banyak perubahan yang cepat di situasi pandemi Covid-19. Dia bersyukur, Indonesia tidak menggunakan kebijakan lockdown yang menurutnya akan membuat perekonomian negara terkontrasi.

Menurutnya, adanya pandemi ini mengajarkan Indonesia tentang pentingnya konsolidasi terhadap semua komponen dalam menyelesaikan masalah. Konsolidasi seperti itu harus dilanjutkan dalam menghadapi kondisi pasca pandemi serta ancaman krisis dunia.

Selain itu, presiden dua periode ini juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan mendukung pemerintah menuju Indonesia maju.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Idef Tauhid Ahmad dalam sambutannya menyatakan mendukung adanya kerjasama dari seluruh elemen untuk menjadi bagian dari upaya normalisasi perekonomian negara.

"Kedatangan 100 ekonom ini diharapkan dapat menjadi upaya dalam merumuskan berbagai kebijakan terbaik untuk memulihkan dan membangkitkan perekonomian negara," pungkasnya.

Hadir juga dalam cara tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulani, CEO CT Corp Chairul Tanjung, dan ekonom senior Indef Didik J. Rachbini.

*Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya