Berita

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare/Net

Dunia

Ditawari Bantuan untuk Selenggarakan Pemilu, Solomon Malah Tuding Australia Ikut Campur

RABU, 07 SEPTEMBER 2022 | 16:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan Solomon dan Australia kembali terganggu setelah Perdana Menteri Manasseh Sogavare menuduh Canberra ikut campur urusan dalam negeri negara itu dengan berusaha menawarkan bantuan pendanaan untuk pemilihan umum.  

Ia menekankan bahwa tawaran itu datang di saat yang sangat tidak tepat, terutama ketika ia berusaha menunda penyelenggaraan pemilu.

Sogavare berharap bisa menunda pemungutan suara yang dijadwalkan pada pertengahan 2023, sebuah langkah yang menurut para kritikus merupakan perubahan menuju otoritarianisme.


"Ini adalah serangan terhadap demokrasi parlementer kami dan merupakan campur tangan langsung oleh pemerintah asing ke dalam urusan dalam negeri kami," kata Sogavare dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari BBC, Rabu (7/9).

Sogavare menambahkan bahwa tawaran bantuan Australia menjadi hal yang tidak pantas karena datang pada saat RUU untuk menunda pemilihan sedang dibahas Parlemen Nasional Kepulauan Solomon.

Pemilihan umum di Solomon biasanya diadakan setiap empat tahun, tetapi pemerintah saat ini berusaha untuk menunda pemilihan berikutnya sampai setelah negara itu menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Pasifik pada akhir 2023.

Alasan Sogavare mengusulkan penundaan adalah karena negara tidak memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah kedua acara dalam waktu satu tahun.

Sementara itu pihak oposisi menyebut penundaan yang diusulkan sebagai "perebutan kekuasaan" dan meminta bantuan dari Australia, negara yang menjadi donor terbesarnya.

Pihak Australia sendiri mengatakan tidak ada yang aneh dengan tawaran bantuannya.

Menteri luar negeri Australia, Penny Wong, mengatakan tawaran itu mencerminkan komitmen lama dan historis Australia terhadap demokrasi di Pasifik, mencatat bahwa Australia sebelumnya telah menawarkan dukungan kepada Kepulauan Solomon.

"Cukup umum bagi pemerintah untuk mendukung pemilihan umum di seluruh Pasifik," kata Wong.

Selama ini Canberra secara teratur menawarkan dukungan keuangan dan logistik ke negara-negara Pasifik untuk pemilihan, termasuk dalam jajak pendapat sebelumnya di Kepulauan Solomon.

Pernyataan dari kantor Sogavare mengatakan bahwa pemerintah Kepulauan Solomon telah menerima surat dari Wong minggu lalu yang isinya menawarkan dana untuk pemilihan.

“Pemerintah Kepulauan Solomon sedang dalam proses menjawab ketika menteri luar negeri Australia membuat pengumuman kepada media Australia tentang tawaran ini. Pengumuman ini dibuat pada hari yang sama ketika RUU itu dibacakan untuk pertama kalinya di Parlemen," kata pernyataan itu.

Sogavare telah berada di bawah tekanan setelah menandatangani pakta keamanan yang kontroversial dengan China pada bulan April.

Dia telah berulang kali mengkritik negara-negara termasuk Australia atas reaksi mereka terhadap kesepakatan itu, dan mengancam akan melarang jurnalis asing setelah liputan yang dianggapnya merendahkan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya