Berita

Pengamat kebijakan publik jebolan America Global University, Jerry Massie/Net

Politik

Data Pribadi 1,3 Miliar Diduga Bocor, Kominfo Perlu Tiru AS Soal Kepemilikan Nomor HP

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 11:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Data pribadi yang didaftarkan ke provider seluler saat membeli SIM Card nomor handphone diduga dibobol, dan jumlahnya mencapai 1,3 miliar data. Hal ini menyulut komentar dari pengamat kebijakan publik jebolan America Global University, Jerry Massie.

"Kominfo pernah beberapa kali bocor data-datanya," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/9).

Jerry melihat, penjualan SIM Card nomor handphone yang tidak diatur regulasi turut mempengaruhi potensi pembobolan data pribadi pengguna telpon seluler.


"Saya sarankan agar di Indonesia jangan terlalu banyak nomor. Di Amerika nomor ponsel tak sembarangan di perjual-belikan di jalan-jalan," ucapnya.

Di Amerika Serikat, diurai Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini, ada 4 provider telepon seluler yang terkenal yakni AT&T, Verizon, T-Mobile dan Metro PCS.

"Jadi di Amerika saat ketika membeli smartphone, maka otomatis sudah ada nomor di dalam dan data-data kita sudah masukan," paparnya.

Di samping itu, Jerry mengetahui bahwa orang-orang Amerika Serikat jarang ada yang punya 2 nomor handphone. Apalagi mereka menggunakan handphone yang sistem keamanannya sangat kuat, jadi sulit ditembus hacker.

Maka dari itu, Jerry memandang perlu Kementerian Komunikasi dan Informatika membenahi internalnya dengan mengisi posisi deputi atau dirjen dari kalangan ahli programing computer atau computer system.

"Kalau mereka yang duduk di pucuk pimpinan Kominfo tak tahu soal IT maka sulit. Atau bisa juga membina para jagoan hacker sebagai upaya meredam serangan media cyber," demikian Jerry.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya