Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB secara online pada Rabu (24/8)/VOA

Dunia

Menentang Rusia di Dewan Keamanan PBB, India Mulai Berubah Arah?

SENIN, 29 AGUSTUS 2022 | 15:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

India untuk pertama kalinya menentang Rusia terkait perang di Ukraina. Tentangan itu diberikan dalam pemungutan suara perihal kehadiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Dewan Keamanan PBB.

Pada Rabu (24/8), Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk membahas serangan Rusia yang sudah memasuki bulan keenam di Ukraina. Pertemuan juga menghadirkan Zelensky secara virtual.

Rusia menyatakan keberatannya dikarenakan Zelensky tidak menghadiri acara tesebut secara langsung. Saat pertemuan dimulai, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia lantas meminta pemungutan suara prosedural mengenai partisipasi Zelensky secara daring.


Nebenzia mengatakan Rusia tidak masalah atas kehadiran Zelensky, akan tetapi partisipasi semacam itu harus dilakukan secara langsung, jika tidak itu merupakan hal yang tidak resmi

Sebanyak 13 anggota Dewan Keamanan PBB bersama dengan India mendukung partisipasi Zelensky secara virtual. Sementara Rusia menolaknya.

Ini adalah kali pertama bagi India memberikan dukungan pada Ukraina sejak Rusia meluncurkan apa yang mereka sebut dengan operasi militer khusus.

Seperti pada Maret lalu ketika majelis PBB melangsungkan pemungutan suara dalam resolusi yang menyalahkan Moskow atas konflik yang terjadi di Kyiv, India abstain dari pemungutan suara tersebut, meskipun negara ini telah menerima tekanan dari Barat.

India menegaskan, pemungutan suara pada Rabu bukanlah pemungutan suara melawan Rusia. Namun India berpendapat Zelensky setidaknya sudah pernah hadir secara dua kali pada April dan Juni melalui video konferensi, jadi itu bukan masalah besar bagi India untuk mengizinkan Ukraina hadir kembali secara jarak jauh.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya