Berita

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam Kongres II Umat Islam Indonesia di Medan/ist

Politik

Gatot Nurmantyo: Indonesia akan Pecah Tanpa Konsolidasi Kekuatan Islam!

SABTU, 27 AGUSTUS 2022 | 15:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia tidak akan bisa menjadi negara kuat tanpa adanya peran penting Islam dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Tanpa konsolidasi kekuatan umat Islam, niscaya Indonesia akan menjadi bangsa yang terpecah-pecah," tegas mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/8).

Konteks bangsa saat ini, kata Gatot, kekuatan umat Islam Indonesia adalah untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.


Gatot lantas menyampaikan sejarah kiprah Islam dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebelum Indonesia merdeka, terbentuk Sarekat Dagang Islam dan Syarikat Islam untuk memajukan kepentingan ekonomi para pedagang Islam di Tanah Air.

"Pada saat itu, para pedagang keturunan Tionghoa telah lebih dulu maju usahanya dibandingkan milik pribumi. Sehingga para pedagang Tionghoa memiliki status yang lebih tinggi dari penduduk Hindia Belanda lainnya," sambung Gatot yang juga disampaikan dalam Kongres II Umat Islam Indonesia hari kedua di Medan, Sabtu (27/8)

Saat ini, lanjut Gatot, perjuangan mewujudkan perubahan Indonesia lebih baik harus mengikutsertakan seluruh komponen dan elemen masyarakat.

"Itu harus dilakukan tanpa melihat golongan, suku, agama dan usia," tutup Gatot Nurmantyo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya