Berita

Kapal Korea Selatan berlayar bersama Kapal Jepang pada tahun 2020/Naval News

Dunia

Pertama Kali Sejak 2015, Jepang Kembali Undang Korsel dalam Tinjauan Armada 2022

SABTU, 27 AGUSTUS 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Untuk pertama kalinya sejak 2015, Jepang mengundang Korea Selatan dalam tinjauan armada tahun 2022 yang diselenggarakan untuk memperingati 70 tahun berdirinya Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF).

Dilansir dari Naval News pada Jumat (26/8), langkah ini kemungkinan menandakan akan adanya peningkatan hubungan bilateral yang dahulu sempat membeku di bawah kepemimpinan presiden Korea Selatan sebelumnya.

Selama Simposium Angkatan Laut Pasifik Barat(WPNS) yang diadakan pada Oktober lalu, kepala staf JMSDF mengundang semua 21 negara anggota WPNS, termasuk Korea Selatan untuk mengambil bagian dalam tinjauan armada 2022. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Sekretaris Kabinet pada Selasa(23/8) dalam konferensi pers.


“Kami memutuskan untuk mengundang Korea Selatan setelah mempertimbangkan keadaan keseluruhan hubungan Korea - Jepang. Tinjauan armada dilakukan untuk mendorong kerja sama antara angkatan laut dan menjaga perdamaian di kawasan, itulah sebabnya kami mengundang semua negara anggota WPNS termasuk Korea Selatan, dan terkecuali Rusia,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno.

Undangan itu datang setelah kedua negara berhasil menyelesaikan beberapa latihan multilateral, termasuk pada Latihan Lingkar Pasifik 2022. Korea Selatan dan Jepang telah mengerahkan kapal terbesarnya untuk latihan tahun ini.

Jika Korea Selatan memutuskan untuk menerima undangan tersebut, ini akan meningkatkan hubungan Korsel- Jepang, serta menandai pertama kalinya kapal Angkatan Laut Republik Korea (ROKN) akan mengambil bagian dalam tinjauan armada Jepang setelah sebelumnya karena hubungan membeku Jepang tidak mengundang Korsel.

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-Yeol sebelumnya telah menekankan pentingnya memperkuat hubungan dengan Jepang untuk menghadapi ancaman keamanan bersama. Atas undangan ini, pemerintahan Yoon dikabarkan memiliki minat yang besar untuk berpartisipasi dalam tinjauan armada ini.

“Apakah kami akan berpartisipasi belum diputuskan. Namun, kami condong ke arah pengiriman kapal kali,” ujar pejabat administrasi Yoon.

Sementara itu, kunjungan Korsel ini juga dikhawatirkan akan menghadapi reaksi sinis dari publik, mengingat permusuhan historis telah tejadi sangat lama karena kekejaman Jepang yang dilakukan selama menduduki Korsel di awal abad ke-20. Presiden sebelumnya Park Geun-hye telah menghadapi situasi yang sama, ia mendapat kritik keras ketika mengirim kapal KDX-II dalam tinjauan armada Jepang pada tahun 2015.

Presiden Yoon diperkirakan juga akan menghadapi tantangan berat yang sama,  namun banyak warga Jepang yang memiliki harapan yang sangat tinggi pada pemerintahan baru Korsel terkait hubungan antara Jepang dan Korea Selatan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya