Berita

Peneliti Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendy Manilet/Net

Politik

Pengamat: Kenaikan BBM Subsidi Tidak Cocok saat Harga Minyak Global Lebih Tinggi dari Asumsi APBN

SABTU, 27 AGUSTUS 2022 | 11:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh Presiden Joko Widodo diminta untuk ditunda, mengingat harga minyak global masih lebih tinggi dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal itu disampaikan Peneliti Center of Reform on Economics (Core), Yusuf Rendy Manilet, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (27/8).

"Saya melihat rencana kebijakan untuk menaikkan harga BBM Pertalite kurang cocok momentumnya jika dilakukan saat ini," ujar Rendy.


Secara umum, Rendy mencatat harga minyak global saat ini sedang melonjak dan ekspektasi harga minyak global di sisa akhir tahun ini akan relatif lebih besar.

"Jika dibandingkan dengan ekspektasi pemerintah yang dituliskan dalam asumsi makro APBN," sambungnya menegaskan.

Dalam APBN 2022, asumsi harga minyak global dipatok pada kisaran 63 dolar AS per barel. Sementara, kekinian harga yang berlaku masih tercatat di atas 100 dolar AS per barel.

Maka dari itu, Rendy berharap Presiden Jokowi bisa mempertimbangkan untuk menunda kenaikan harga BBM karena akan berdampak pada kenaikan angka inflasi yang kini sudah melebihi angka 4 persen.

"Saya khawatir akan mendorong inflasi ke level lebih tinggi, daya beli masyarakat tergerus, dan potensi garis kemiskinan meningkat. Pemerintah perlu mempertimbangkan ulang rencana kenaikan harga BBM Pertalite, terutama di tahun," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya