Berita

Juru bicara kementerian luar negeri Indonesia, Teuku Faizasyah/Net

Dunia

Punya Misi Kemanusiaan di Afghanistan, Indonesia Masih Belum Bisa Ubah Statusnya Untuk Taliban

JUMAT, 26 AGUSTUS 2022 | 08:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kedudukan Indonesia sejak awal memang tidak mengakui kekuasan Taliban atas Afghanistan. Namun, komitmen terhadap kemanusian mendorong negara ini untuk membangun misi kemanusiannya di negara rentan konflik tersebut.  
Juru bicara kementerian luar negeri Indonesia, Teuku Faizasyah mengatakan sejauh ini belum ada perubahan status pengakuan dari Indonesia terhadap Taliban. Tetapi, pemerintah tetap aktif mendukung humanitarian assistance mission Indonesia di Afghanistan.

"Misi kemanusiaan Indonesia di Afghanistan memfasilitasi bantuan kemanusian dan kekonsuleran. Disamping itu, mereka secara terus menerus memberikan update dan masukan kepada pemerintah," jelasnya dalan konferensi persnya pada Kamis (25/8).

Jubir menyatakan Indonesia masih membutuhkan waktu untuk mengubah posisi Taliban yang sudah ditegaskan setahun yang lalu. Pemerintah akan mempertimbangkan perubahan statusnya bila Taliban dapat memenuhi tiga parameter yang sudah disepakati bersama.  

Jubir menyatakan Indonesia masih membutuhkan waktu untuk mengubah posisi Taliban yang sudah ditegaskan setahun yang lalu. Pemerintah akan mempertimbangkan perubahan statusnya bila Taliban dapat memenuhi tiga parameter yang sudah disepakati bersama.  

"Pertama, kita ingin ada pembentukan pemerintahan yang ekslusif dan melibatkan elemen masyarakat. Kedua, adanya penghormatan terhadap kelompok minoritas seperti anak-anak dan perempuan. Ketiga, kami ingin Afghanistan tidak menjadi tempat bertumbuh kembangnya aktifitas teroris," tegas jubir.

Untuk saat ini,  jubir menekankan belum dapat merubah status tersebut karena masih banyak ditemukan pelanggaran. Sehingga pihaknya kini lebih berfokus untuk memberikan bantuan kemanusiaan pada warga Afghanistan yang mengalami berbagai tekanan ekonomi dan kesehatan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya