Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kemlu: 241 PMI Korban Penipuan Online Berhasil Dipulangkan dari Kamboja

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 17:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebanyak total 241 pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban penipuan online terkait pengiriman tenaga kerja ke Kamboja telah berhasil dipulangkan ke tanah air.

Repatriasi PMI korban penipuan ini dilakukan dari Juli hingga Agustus lewat berbagai gelombang pemulangan.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha menuturkan, mereka yang telah dipulangkan sudah diserahkan kepada Kementerian Sosial untuk mendapat rehabilitasi sebelum dikembalikan kepada masing-masing keluarga.


Berbicara dalam press briefing mingguan pada Kamis (25/8), Judha menyoroti telah terjadi peningkatan korban penipuan online pada tahun ini.

"Kami mencatat terjadi peningkatan tajam kasus WNI menjadi korban penipuan perusahaan online scam di Kamboja. Pada 2021, KBRI Phnom Penh telah berhasil memulangkan 119 WNI, serta pada periode Januari hingga Agustus (tahun ini) kasus melonjak menjadi 446 kasus," ujarnya.

Terbaru, pada Jumat (12/8), sebanyak 214 PMI berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan migran ilegal ke Kamboja dari Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara. Polisi juga telah menangkap tiga tersangka perekrutan migran ilegal selama insiden ini.

Tidak hanya di Kamboja, kasus penipuan serupa juga kerap terjadi di Laos, Myanmar, Vietnam, Manila dan Filipina. Untuk itu, Judha mengimbau masyarakat agar dapat memahami modus-modus terkait penipuan ini.

"Pahami modus penipuan tersebut, seperti gaji tinggi tanpa meminta kualifikasi apa pun, serta tidak dapat memverifikasi kredibilitas perusahaaan," jelasnya.

Ia juga meminta agar WNI yang hendak bekerja ke luar negeri mengikuti prosedur yang benar, termasuk menggunakan visa kerja dan tidak menggunakan visa kunjungan wisata.

Saat ini Bareskrim tengah melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus untuk langkah-langkah hukum terkait perusahaan online scam yang sering kali menipu warga negara Indonesia ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya