Berita

Presiden Kolombia Gustavo Petro/Net

Dunia

Kolombia Tak akan Ekstradisi Pelaku Kejahatan yang Sepakat Bantu Pemerintah

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 12:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

  Pemerintah Kolombia melalukan upaya negosiasi damai dengan geng penjahat dan pengedar narkoba asal Amerika.

Pemerintah menawarkan pembatalan ekstradisi jika mereka setuju untuk membantu upaya memberantas kekerasan dan peredaran narkoba di negara itu.
"Pengedar narkoba yang mematuhi persyaratan pemerintah dan keluar dari perdagangan narkoba maka ia tidak akan diekstradisi untuk menghadapi tuntutan di luar negeri," kata Presiden Kolombia Gustavo Petro, pada Rabu (24/8) seperti dimuat Reuters.  

Pemerintah juga telah melayangkan tawaran lain berupa pengurangan hukuman kepada anggota geng kejahatan yang mau bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan informasi tentang perdagangan narkoba dan lokasi senjata.

Pemerintah juga telah melayangkan tawaran lain berupa pengurangan hukuman kepada anggota geng kejahatan yang mau bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan informasi tentang perdagangan narkoba dan lokasi senjata.

"Pengedar narkoba yang tidak bernegosiasi dengan negara akan diekstradisi. Tetapi jika sudah bernegosiasi dan melakukan pelanggaran kembali, maka pemerintah tak akan segan mengekstradisi mereka tanpa negosiasi apa pun ke Amerika Serikat," tegas  Petro.

Sebagai presiden yang baru saja dilantik bulan ini, Petro berupaya merealisasikan janjinya untuk membawa perdamaian menyeluruh ke Kolombia melalui upaya pembicaraan damai dengan berbagai kelompok bersenjata dan pengedar narkoba.

Saat ini, pemerintah sedang berkomunikasi dengan geng kejahatan Clan del Golfo dan pembangkang dari pemberontak FARC yang sekarang sudah didemobilisasi setelah sebelumnya menolak kesepakatan damai 2016.

Kebijakan Petro secara luas diinterpretasikan sebagai keraguan atas efektivitas ekstradisi sebagai instrumen hukum yang dianggap AS merupakan cara ampuh untuk memberantas kejahatan.

Meski begitu, delegasi AS dalam kunjungan ke Kolombia minggu ini mengatakan pemerintahan Biden memahami tanggung jawab bersama pada kejahatan dan peredaran narkoba serta kebutuhan untuk mengatasinya tanpa merugikan populasi Kolombia yang sudah rentan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya