Berita

Mobil yang dikendarai oleh anggota layanan AS menabrak trotoar di tepi bundaran di kota Porcia dan menewaskan remaja Italia Giovanni Zanier/Net

Dunia

Tentara AS Tabrak Remaja Italia, Sang Ibu Tuntut Pelaku Diadili dan Tidak Dipulangkan Ke Negaranya

RABU, 24 AGUSTUS 2022 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ibu dari almarhum Giovanni Zanier (15), korban tabrak lari yang dilakukan seorang penerbang Amerika, menginginkan tersangka diadili di Italia dan tidak dikirim kembali ke negaranya.

Barbara Scandella mengatakan hal itu kepada La Repubblica pada Selasa (23/8) waktu setempat.

"Pelaku harus diadili di Italia dan menjalani masa hukuman penuhnya," kata Scandella, seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/8).


"Kita semua tahu insiden sebelumnya yang melibatkan militer Amerika dalam kecelakaan mengerikan di sini. Yang terjadi di sini, mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan dan tetap tidak dihukum," kecamnya.

Julia Bravo, penerbang Amerika berusia 20 tahun, didakwa dengan pembunuhan setelah ia menabrak Zanier.

Bravo diduga kehilangan kendali saat mengemudikan kendaraannya menuju Pangkalan Udara Aviano Angkatan Udara AS, di mana dia ditempatkan, setelah kembali dari klub malam dalam keadaan mabuk.

Zanier bersepeda dengan dua temannya menuju arah pulang. Saat mobil Bravo menabraknya, ia terlempar sejauh 10 meter. Ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Dua temannya tidak terluka sedikitpun.

Sementara Bravo mengalami luka ringan akibat pecahan kaca. Saat diperiksa, tingkat alkohol dalam darah Bravo adalah empat kali batas legal.

Polisi Italia menempatkan Bravo di bawah tahanan rumah di Pangkalan Udara Aviano dan mendakwanya dengan pembunuhan kendaraan

Juru bicara Angkatan Udara AS mengatakan kepada ABC News pada Senin, membenarkan adanya peristiwa penabrakan yang melibatkan seorang Penerbang dari Pangkalan Udara Aviano.

"Angkatan Udara bekerja sama dengan pihak berwenang setempat dalam penyelidikan kecelakaan ini," katanya.

Sementara pihak berwenang Italia bertanggung jawab untuk menyelidiki kematian tersebut, La Republicca memperkirakan bahwa perjanjian militer 1951 yang melibatkan yurisdiksi NATO atas Eropa akan digunakan untuk menyerahkan kasus tersebut ke pengadilan militer AS.

Keputusan itu tampaknya tergantung pada Menteri Kehakiman Italia, yang dapat memblokir ekstradisi tergantung pada situasinya.

Sumber di pengadilan mengtakan  bahwa hakim diperkirakan akan memutuskan minggu ini apakah kasus tersebut akan dituntut di Italia atau di AS.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya