Mobil yang dikendarai oleh anggota layanan AS menabrak trotoar di tepi bundaran di kota Porcia dan menewaskan remaja Italia Giovanni Zanier/Net
Ibu dari almarhum Giovanni Zanier (15), korban tabrak lari yang dilakukan seorang penerbang Amerika, menginginkan tersangka diadili di Italia dan tidak dikirim kembali ke negaranya.
Barbara Scandella mengatakan hal itu kepada La Repubblica pada Selasa (23/8) waktu setempat.
"Pelaku harus diadili di Italia dan menjalani masa hukuman penuhnya," kata Scandella, seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/8).
"Kita semua tahu insiden sebelumnya yang melibatkan militer Amerika dalam kecelakaan mengerikan di sini. Yang terjadi di sini, mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan dan tetap tidak dihukum," kecamnya.
Julia Bravo, penerbang Amerika berusia 20 tahun, didakwa dengan pembunuhan setelah ia menabrak Zanier.
Bravo diduga kehilangan kendali saat mengemudikan kendaraannya menuju Pangkalan Udara Aviano Angkatan Udara AS, di mana dia ditempatkan, setelah kembali dari klub malam dalam keadaan mabuk.
Zanier bersepeda dengan dua temannya menuju arah pulang. Saat mobil Bravo menabraknya, ia terlempar sejauh 10 meter. Ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Dua temannya tidak terluka sedikitpun.
Sementara Bravo mengalami luka ringan akibat pecahan kaca. Saat diperiksa, tingkat alkohol dalam darah Bravo adalah empat kali batas legal.
Polisi Italia menempatkan Bravo di bawah tahanan rumah di Pangkalan Udara Aviano dan mendakwanya dengan pembunuhan kendaraan
Juru bicara Angkatan Udara AS mengatakan kepada
ABC News pada Senin, membenarkan adanya peristiwa penabrakan yang melibatkan seorang Penerbang dari Pangkalan Udara Aviano.
"Angkatan Udara bekerja sama dengan pihak berwenang setempat dalam penyelidikan kecelakaan ini," katanya.
Sementara pihak berwenang Italia bertanggung jawab untuk menyelidiki kematian tersebut, La Republicca memperkirakan bahwa perjanjian militer 1951 yang melibatkan yurisdiksi NATO atas Eropa akan digunakan untuk menyerahkan kasus tersebut ke pengadilan militer AS.
Keputusan itu tampaknya tergantung pada Menteri Kehakiman Italia, yang dapat memblokir ekstradisi tergantung pada situasinya.
Sumber di pengadilan mengtakan bahwa hakim diperkirakan akan memutuskan minggu ini apakah kasus tersebut akan dituntut di Italia atau di AS.