Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Tolak Permintaan Ukraina Larang Visa Perjalanan Warga Rusia

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 15:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seruan Ukraina agar negara-negara Barat memberlakukan larangan perjalanan terhadap warga Rusia ditolak oleh Amerika Serikat (AS).

Departemen Luar Negeri AS menekankan, penting untuk membedakan antara tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Rusia dan orang-orang Rusia.

Deplu juga menegaskan pihaknya tidak akan menutup jalur perlindungan untuk warga Rusia yang ingin mengungsi. Sebab, mereka sangat rentan terhadap pelanggaran HAM oleh otoritas negaranya.


"Maka penting untuk menarik garis antara tindakan pemerintah Rusia dan kebijakannya di Ukraina dengan orang-orang Rusia yang tidak bersalah," kata Deplu, seperti dimuat dalam Anadolu Agency pada Selasa (23/8).

Alih-alih, AS mengatakan pihaknya akan terus mengidentifikasi keterlibatan para pejabat Rusia dalam invasi ke Ukraina dan berjanji akan meminta pertanggungjawaban mereka.

Meski begitu, pada dasarnya AS telah banyak menjatuhkan sanksi kepada Rusia sejak dimulainya invasi ke Ukrainapada 24 Februari lalu. Sanksi termasuk pembatasan visa pada 5.000 pejabat Rusia.

Pada 8 Agustus lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengimbau negara-negara Barat untuk melarang Rusia memasuki negara mereka sebagai bagian dari sanksi atas tindakan agresi Rusia.

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin juga mendukung pelarangan Rusia menerima visa turis, dan meminta Uni Eropa untuk mengadopsi kebijakan serupa.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya