Berita

Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi/Net

Dunia

Dewan Keamanan PBB Terpecah Akibat Pencabutan Sanksi Perjalanan Beberapa Pejabat Taliban

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 10:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wacana perpanjangan pencabutan sanksi perjalanan luar negeri bagi 13 anggota Taliban memperoleh respon yang berbeda-beda dari Anggota Dewan Keamanan PBB tentang setuju atau tidaknya dengan rencana tersebut.

Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan tahun 2011, 135 pemimpin Taliban telah dikenai sanksi berupa pembekuan aset dan larangan perjalanan.

Tetapi 13 dari mereka telah mendapat pengecualian larangan perjalanan yang diperbarui secara berkala setiap bulan untuk memungkinkan mereka bertemu dengan pejabat lain di luar negeri.


Walau begitu, pengecualian ini dihentikan sejak Jumat lalu (19/8), setelah Irlandia mengajukan keberatan.

Komite Sanksi yang bertanggung jawab atas Afghanistan, terdiri dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, juga telah menghapus dua menteri Taliban dari daftar pengecualian sebagai konsekuensi dari tindakan perampasan hak-hak anak dan perempuan Afghanistan.

Sejalan dengan itu, beberapa negara Barat semakin ingin mengurangi daftar pengecualian tersebut sebagai bagian dari penghormatan terhadap HAM dan komitmen tinggi pada semangat memerangi terorisme.

Seperti dimuat dalam The Straits Times,  Amerika Serikat mempertanyakan janji Taliban yang tidak akan menampung kelompok militan, tapi nyatanya pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri terbunuh di sana.

Sementara itu, China dan Rusia tetap menjadi pendukung Taliban dengan menyetujui perpanjangan reguler daftar pengecualian.

Pekan lalu, presiden dewan keamanan China menegaskan pengecualian ini masih diperlukan, dan menganggapnya sangat kontraproduktif jika menghubungkan HAM dengan masalah perjalanan bagi para pejabat Taliban.

Menurut sumber diplomatik, sejak minggu lalu hingga Senin (22/8), beberapa proposal kompromi yang sedikit banyak akan mengecilkan daftar pejabat terkait dan jumlah destinasi resmi, telah ditolak oleh kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi, dalam cuitan pada Sabtu (20/8) meminta Dewan Keamanan untuk tidak menggunakan sanksi sebagai alat penekan dan ingin semua sanksi terhadap pejabat Taliban dicabut.

"Jika larangan perjalanan diperpanjang, itu akan menciptakan jarak daripada dialog dan keterlibatan Taliban. Tentunya kita sama-sama tidak menginginkannya " pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya