Berita

Alexander Dugin meratapi mobil yang dikendarai anaknya, yang meledak karena serangan bom/Net

Dunia

Dugin: Puteri Saya Patriot Sejati, Perjuangannya Tidak Mati walau Musuh Rusia Membunuhnya dengan Cara Pengecut

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 06:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Betapa hancur hati filsuf dan penulis terkenal, Alexander Dugin, ketika harus menerima kenyataan puterinya tewas dalam ledakan bom mobil. Dengan kesedihan yang mendalam ia mengatakan rasa kehilangan dan bahwa anaknya adalah 'Rusia Sejati'.  Ia menegaskan perjuangan anaknya untuk menyuarakan kebenaran tidak ikut mati.

Pengusaha Rusia Konstantin Malofeyev mengungkapkan apa yang dirasakan Dugin itu dalam saluran Telegram-nya pada Senin (22/8). Ia menulis, bahwa Dugin mengatakan orang-orang Rusia tidak akan berhenti berjuang sehingga para pembunuh puterinya tidak akan mencapai tujuan mereka.

"Dugin menekankan bahwa putrinya adalah seorang patriot, koresponden perang, yang gagah berani, tetapi tidak pernah menyerukan kekerasan dan perang,"  tulis Malofeyev.


Malofeyev kemudian mengutip kata-kata Dugin; "Musuh Rusia membunuhnya dengan cara pengecut dan licik. Namun itu akan menghancurkan kita, orang-orang kita, bahkan dengan serangan yang tak tertahankan. Mereka ingin menekan kita lewat teror berdarah. Hati kami mendambakan bukan hanya untuk balas dendam atau pembalasan. Ini terlalu rendah, itu bukan cara Rusia. Kami hanya membutuhkan kemenangan. Jadi tolong, menang!"

Darya Dugina, 29 tahun, adalah koresonden dan analis politik, juga editor publikasi pro-Putin United World International.

Ia salah satu individu yang mendapat sanksi dari Inggris dan AS karena tulisan-tulisannya yang dianggap 'disinformasi' yang terkait dengan Ukraina.

Pada malam 20 Agustus, sebuah bom yang ditanam di Toyota Land Cruiser Prado meledak dan terbakar di dekat Bolshiye Vyazemy di Wilayah Moskow. Ditetapkan bahwa alat peledak ditempatkan di bawah kendaraan di sisi pengemudi. Dugina, yang berada di belakang kemudi langsung tewas.

Malam itu, ayah dan anak akan menghadiri festival sastra dan musik. Dugina berada di dalam mobil ayahnya, sementara ayahnya berubah pikiran dan menggunakan kendaraan lainnya.

Pusat Hubungan Masyarakat FSB mengatakan kepada TASS bahwa pembunuhan Dugina telah terpecahkan. Menurut badan tersebut, itu didalangi oleh dinas rahasia Ukraina dan dilakukan oleh warga negara Ukraina Natalya Vovk yang melarikan diri ke Estonia setelah melakukan kejahatan.

Penegakan hukum mengatakan kepada TASS bahwa dia akan ditempatkan dalam daftar orang yang dicari untuk ekstradisinya ke Rusia.

Dugin, yang langsung berlari dan meratap di depan mobil yang membakar anaknya itu, dikenal sebagai sahabat dekat dan penasihat yang sangat berpengaruh bagi Presiden Rusia.

Dikutip dari The Sun, Dugin ikut mendirikan Partai Bolshevik Nasional pada tahun 1993, sebelum menjadi tokoh fasis terkemuka dan pendukung Putin.

Dugin juga yang ikut menyerukan invasi ke Ukraina,  percaya bahwa Moskow memiliki hak untuk menguasai seluruh Eropa dan Asia.

Tulisan-tulisan Dugin, telah menjadi bacaan wajib bagi tentara Rusia. Bukunya yang terkenal adalah Foundations of Geopolitics, yang memaparkan ideologi ultranasionalis dan neo-fasis Eurasiaisme.

Dia juga mengemukakan gagasan ekstremis tentang "Rusia baru" - yang dikatakan telah mengilhami Putin untuk mencaplok Krimea pada tahun 2014 sebelum mengarahkan pandangannya ke seluruh Ukraina.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya