Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Hasil Investigasi: Wabah Covid-19 di Korea Utara Bersumber dari Korea Selatan

SENIN, 22 AGUSTUS 2022 | 09:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) atau Korea Utara telah melakukan investigasi mendalam terkait sumber penyebaran wabah Covid-19 di negaranya.

Meski telah memberlakukan penutupan perbatasan dan sistem karantina yang ketat, Korea Utara mencatat kemunculan kasus pertama Covid-19 pada pertengahan April. Kasus tersebut merupakan infeksi Omicron BA.2 yang dikenal sangat mudah menyebar.

Artikel yang diunggah aprcprk.org pada Jumat (19/8) memuat, sebagai tindak lanjut, Markas Besar Pencegahan Epidemi Negara membentuk komite investigasi khusus untuk menyelidiki sumber wabah.


Berdasarkan laporan pada 30 Juni, wabah pertama kali terdeteksi di Ipho-ri, Kabupaten Kumgang, Provinsi Kangwon. Itu adalah daerah yang berbatasan dengan Garis Demarkasi Militer (DMZ) Korea Selatan.

Kasus demam pertama kali dilaporkan dialami oleh beberapa orang yang memasuki ibukota dari daerah Ipho-ri. Setelah itu, kasus meledak di antara orang-orang yang melakukan kontak.

Sebelum pertengahan April, kasus demam terjadi beberapa wilayah, namun disebabkan oleh penyakit lain dan tidak mencatat penyebaran yang eksplosif.

Hasil investigasi menunjukkan, seorang tentara berusia 18 tahun dan anak berusia 5 tahun menyentuh benda yang berbeda yang disebarkan oleh balon dari Korea Selatan di perbukitan dekat barak dan pemukiman penduduk.

Lebih dari 30 balon besar dilaporkan telah diterbangkan oleh pembelot dari utara di Korea Selatan pada April dan Juni. Balon tersebut berisi ratusan ribu selebaran propaganda.

Setelah kasus demam muncul. Wabah kemudian menyebar dengan cepat pada akhir April dan awal Mei. Daerah dengan kasus terparah dan angka kematian tertinggi adalah Provinsi Kangwon.

Selain Kangwon, daerah yang berbatasan dengan China dan Rusia, termasuk Provinsi Pyongan Utara dan Provinsi Hamgyong Utara memiliki sedikit kasus demam.

Dengan fakta-fakta tersebut, otorias menyimpulkan, satu-satunya celah bagi virus untuk masuk ke Korea Utara adalah melalui balon yang dikirim oleh Korea Selatan.

"Bahkan jika kemungkinan infeksi Covid-19 melalui permukaan benda adalah 0,0001 persen, satu kasus infeksi ganas dari sepotong benda yang terkontaminasi dapat menginfeksi banyak orang dalam sekejap, menciptakan krisis anti-epidemi yang serius," tulis aprcprk.org.

"Ini adalah fakta yang jelas yang tidak dapat disangkal," tambah pernyataan itu.

Menimbang hasil investigasi ini, maka Korea Selatan dinilai telah melakukan serangan senjata biokimia. Terlebih otoritas Korea Selatan juga tidak mengambil sikap tegas terhadap para pembelot yang kerap mengirim balon propaganda ke utara.

Hasil investigasi ini juga dibahas selama Pertemuan Nasional Pengkajian Kerja Darurat Anti-Epidemi pada 10 Agustus. Pertemuan dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan Korea Utara dalam menangani wabah dan upaya pencegahan di masa depan.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya