Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

SK Pengangkatan Guru Kontrak Diduga Palsu, Sikap Kadisdik Jakarta Dipertanyakan

MINGGU, 21 AGUSTUS 2022 | 23:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Puluhan guru di Jakarta saat ini sedang resah. Penyebabnya, SK Pengangkatan Guru Kontrak Kerja Individu (KKI) yang dikantongi diduga asli tapi palsu alias aspal. SK tersebut ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif Edu Watch Indonesia (EWI), Annas Fitrah Akbar mengatakan, praktik SK Pengangkatan Guru Kontrak Kerja Individu aspal itu disebut-sebut sudah berlangsung sejak 2021.

Menurut Annas, untuk setiap guru yang menerima SK KKI aspal tersebut kabarnya dimintai pungutan liar (pungli).


"Kita heran gaji dan tunjangan kinerja daerah ASN DKI itu sangat besar, kok masih melakukan tindakan terindikasi pungli kepada guru-guru," kata Annas melalui keterangannya yang diterima Kantor Berita RMOLJakarta, Minggu (21/8).

Annas mengaku miris dengan nasib puluhan guru yang menerima SK KKI yang diduga palsu itu. Karena untuk memperoleh gelar sarjana membutuhkan waktu yang lama dan biaya tidak sedikit.

"Apalagi guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa," tegas Annas.

Dituturkan Annas, modus yang dilakukan oknum ASN Disdik DKI Jakarta tersebut dengan memberikan SK pengangkatan namun tanpa diberikan Nomor Induk Kepegawaian Kerja Individu (NIK KI).

"Karena tidak mendapatkan NIK KI mereka tidak mendapatkan hak gaji sebagaimana mestinya guru KKI," terangnya.

Annas menilai oknum ASN tersebut bisa dipidana dengan Pasal 368 tentang Pungli dan Pasal 263 jo 264 KUHP tentang Surat Palsu.

Selain itu, Annas juga menyesalkan sikap Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, yang tidak memberikan sanksi terhadap oknum ASN tersebut.

"Kok aneh ya Kadisdik ini, isu sudah santer sejak 2021 malah oknum tersebut bisa promosi jadi eselon III di lingkungan Disdik DKI Jakarta," kata Annas.

Lebih lanjut, Annas berharap aparat penegak hukum turun langsung melakukan investigasi dugaan pungli dan pemalsuan SK Guru KKI di Disdik DKI Jakarta.

"Kasus ini bisa mencoreng kredibilitas Pemprov DKI jika terbukti benar. Korbannya sekitar 70 guru," demikian Annas.

Saat  dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Muh Roji mengaku sedang menelusuri informasi tesebut.

"Baik kami sedang menelusurinya," tulis Roji singkat.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya