Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Annisa Larasati Pohan/Ist

Politik

Hadir Virtual, AHY dan Istri Pilih Busana Bali saat Peringati Detik-detik Proklamasi

RABU, 17 AGUSTUS 2022 | 13:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Meski hadir secara virtual, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Annisa Larasati Pohan tetap mengenakan pakaian adat nusantara saat mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, Rabu (17/8).

Upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara, berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta.

Tahun ini, AHY dan Annisa mengenakan pakaian adat Bali kombinasi warna hitam, putih, dan merah yang melambangkan warna Tridatu.


Dikataka AHY, busana ini sengaja dipilih AHY sebagai simbol semangat optimisme untuk kita bangkit bersama menjemput sukses di masa depan. Serta menggambarkan seorang pemimpin hendaknya mampu memberi semangat kepada rakyatnya di tengah suasana suka ataupun duka.

Di usia Republik Indonesia yang ke-77 tahun, kata AHY, harus dimaknai sebagai momentum untuk merawat persatuan, demokrasi, dan kebangkitan ekonomi.

Sambungnya, Indonesia telah melalui sejarah panjang. Meski diguncang oleh berbagai macam pergolakan hingga benturan ideologi, baik yang kanan maupun kiri, baik dari dalam maupun dari luar negeri, Indonesia tetap tak tergoyahkan.

"Indonesia lahir dan tetap mampu berdiri tegak karena komitmen kita untuk merawat persatuan bangsa," kata AHY.

Untuk itu, lanjut putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, peringatan 77 tahun kemerdekaan ini harus menjadi momentum kita sebagai bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen merawat persatuan bangsa.

"Komitmen persatuan perlu kita wujudkan dalam ikhtiar dengan terus mengokohkan persatuan, melawan pandemi, merawat demokrasi, dan mengoptimalkan momentum kebangkitan ekonomi,"tuturnya.

Dia juga menekankan, setiap peringatan Kemerdekaan Indonesia harus menjadi mmomentum bagi kita sebagai bangsa untuk mensyukuri apa yang telah dicapai dan diwujudkan, meneguhkan komitmen perjuangan dan pengabdian kita untuk mewujudkan Indonesia yang semakin aman dan damai, semakin adil dan sejahtera, serta semakin maju dan mendunia.

“Itulah visi besar kebangsaan kita. Perbedaan tidak menjadi halangan bagi kita untuk mewujudkan visi besar ini. Kita harus bersatu,"pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya