Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Jangan Pernah Berhenti Mencintai Indonesia

RABU, 17 AGUSTUS 2022 | 12:46 WIB | OLEH: JOHAN O. SILALAHI

PADA awal Juni lalu ketika sedang dalam perjalanan sekeluarga dari Milwaukee menuju Chicago, sambil menyetir putra saya Mika yang baru saja diwisuda dengan judisium summa cumlaude di Amerika bertanya pada saya.

“Menurut papa lebih kaya mana bangsa dan negara kita Indonesia, dibandingkan dengan negara-negara kaya di Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, Oman dan Arab Saudi?” tanyanya.

Sambil menarik nafas saya menjawab dengan lirih dan air mata menggenang di pelupuk mata, “anak-anakku Mika, Keisha dan Nayfa. Sudah tentu bangsa dan negara kita Indonesia jauh lebih kaya dibandingkan seluruh negara-negara kaya manapun di Timur Tengah. Seluruh bangsa dan negara kaya di Timur Tengah dulunya merupakan bangsa dan negara miskin. Mereka baru mulai berubah jadi bangsa dan negara kaya paska perang dunia kedua pada era pertengahan abad 20 sekitar tahun 1960-1970, setelah masuknya aliran modal dan teknologi Barat ke Timur Tengah, kemudian disusul dengan berbagai penemuan serta ekploitasi besar-besaran minyak dan gas bumi di negara-negara Timur Tengah.”


“Coba bayangkan, dahulu bangsa dan negara kita nusantara yang sekarang bernama Indonesia, dijajah oleh Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Inggris dan Jepang, dari tahun 1509 hingga tahun 1945. Seluruh sumber daya alam dan kekayaan bangsa kita yang melimpah, dijarah oleh para penjajah tiada henti dan tiada habisnya. Bahkan Belanda menjadi sedemikian kayanya selama 350 tahun menjajah dan mengeksploitasi seluruh sumber daya dan kekayaan alam kita, hingga Belanda bisa menguasai perekonomian dunia selama 200 tahun pada abad 16 dan 17. Jangan mau ditipu dan dimanipulasi oleh catatan sejarah bahwa Belanda menjajah bangsa dan negara Kita karena rempah-rempah. Itu hanya kamuflase belaka untuk menutupi penjarahan Belanda atas minyak bumi, emas, besi, tembaga, nikel, batubara dan sedemikian banyak sumber daya alam lainnya, seluruh kekayaan alam kita yang nilainya tidak berhingga”.

“Bahkan hingga sekarang setelah 77 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia, atas berkat, rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, semua sumber daya alam dan kekayaan bangsa dan negara kita Indonesia masih belum habis juga. Seperti yang sudah diingatkan oleh bapak pendiri bangsa dan tokoh proklamator kita Presiden Soekarno, sesungguhnya sekarang musuh kita adalah bangsa kita sendiri. Mereka adalah para serigala berbulu domba, kumpulan orang-orang yang rakus dan tamak, mengaku sebagai bangsa Indonesia tapi kerjanya menjarah bangsa dan negaranya untuk kepentingan dirinya, keluarganya dan kelompoknya. Doa dan permintaan saya kepada ketiga anak-anakku dan seluruh keturunanku, sesukses apapun dan dimanapun kalian berada di seluruh belahan dunia, bantu dan majukanlah bangsa dan negara Kita, dan jangan pernah berhenti mencintai Indonesia.”

Dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-77.

Penulis adalah Pendiri Negarawan Indonesia

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya