Berita

Ketua Forum de Facto Feri Kusuma/Net

Politik

Feri Kusuma: Hati-hati Pakai Pasal Obstruction of Justice pada Kasus Brigadir J

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 20:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tim Khusus Polri harus bekerja hati-hati dan cermat dalam menuntaskan penyelidikan pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J setelah menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka.

Dikatakan Ketua Forum de Facto Feri Kusuma, kehati-hatian itu dengan melihat dugaan upaya manipulasi fakta oleh Ferdy Sambo yang menyebabkan puluhan polisi menjadi terperiksa dan berpotensi dikenakan pasal perintangan pada penegakan hukum atau obstruction of justice.

"Pemeriksaan masih terus dijalankan oleh Polri, dan dalam proses itu salah satu unsur pidana yang akan terus dicari dan digali mengenai potensi penerapan obstruction of justice," ujar Feri Kusuma kepada wartawan, Selasa (16/8).

Bagi dia, menggali siapa saja yang diduga turut serta dalam upaya perintangan itu, menjadi salah satu unsur pokok agar pihak-pihak yang diduga secara sengaja dan atas pengetahuannya melakukan obstruction of justice bisa dimintai pertanggungjawaban hukum.

"Oleh karena itu, penanganan obstruction of justice harus benar-benar profesional, objektif dan fair agar tidak berimplikasi pada permasalahan lain yang lebih rumit di kemudian hari," terangnya.

Dia juga menekankan, agar Polri teliti dan hati-hati dalam menentukan salah dan benar, serta menentukan derajat kesalahan setiap orang agar tidak ada penghukuman yang melampaui kesalahan. Utamanya, jangan mentersangkakan terperiksa tanpda dia mengetahui adanya upaya merekayasa fakta oleh Ferdy Sambo.

"Di samping itu, mereka yang telah dibohongi oleh para tersangka, tidak boleh dipaksakan untuk dijerat sanksi etik dan/atau obstruction of justice. Hal itu tidak dibenarkan karena bertentangan dengan konsep hukum dan hak asasi manusia," tandasnya.

Populer

Jokowi Kumpulkan Relawan di GBK, Sekjen PDIP: Banyak Manipulasi

Senin, 28 November 2022 | 05:22

Jateng, UMR Paling Rendah di Tanah Air

Sabtu, 03 Desember 2022 | 02:48

Ubed: Gugatan Cucu Bung Hatta Terhadap Jokowi Beri Warna Politik Baru Saat Krisis Demokrasi

Sabtu, 03 Desember 2022 | 20:40

Ferry Mursyidan Baldan Diduga Terkena Serangan Jantung usai Minum Obat Sakit Gigi di Parkiran Bidakara

Jumat, 02 Desember 2022 | 15:46

Kepala BP2MI Minta Perang, Andi Sinulingga: Di Otaknya yang Berbeda Itu Lawan

Minggu, 27 November 2022 | 23:01

Analisis Hukum Kasus Ferdy Sambo

Sabtu, 26 November 2022 | 04:42

Buntut Pernyataan Nyeleneh, Bahlil Dilaporkan Sejumlah OKP ke Bareskrim Polri

Jumat, 25 November 2022 | 03:30

UPDATE

Sindir Nasdem, Partai Garuda: Jangan Salahkan Lantainya jika Tidak Bisa Menari

Senin, 05 Desember 2022 | 20:08

Bharada E: Kesaksian Ricky Rizal Banyak Bohongnya

Senin, 05 Desember 2022 | 20:01

Menjadi Cawapres, Pilihan Paling Realistis bagi Koalisi Indonesia Bersatu

Senin, 05 Desember 2022 | 19:52

Yusak Farchan: Tak Ada Calon Kuat, Airlangga Cocok jadi Capres KIB

Senin, 05 Desember 2022 | 19:48

Bawaslu Wanti-wanti 25 Juta Angka Golput Pemilu 2019 Jangan Sampai Terulang

Senin, 05 Desember 2022 | 19:34

Heboh 100 Pulau di Maluku Dilelang di New York

Senin, 05 Desember 2022 | 19:20

Kasus Aktif Covid-19 Hari Ini Bertambah 2.234 Orang

Senin, 05 Desember 2022 | 19:16

AKBP Bambang Kayun Tersangka Suap, Besok KPK Undang Mabes Polri untuk Koordinasi

Senin, 05 Desember 2022 | 19:14

Tak Pernah Diturunkan di Qatar 2022, Gelandang Australia Ini Sukses Bawa Pulang Jersey Spesial Messi

Senin, 05 Desember 2022 | 18:42

Puteri Komarudin Minta Pemerintah Waspadai Pelemahan Global

Senin, 05 Desember 2022 | 18:41

Selengkapnya