Berita

Pangeran Al Waleed bin Talal dari Arab Saudi/Net

Dunia

Beberapa Hari Sebelum Invasi Ukraina, Pangeran Saudi Gelontorkan Rp 7 Triliun untuk Tiga Perusahaan Rusia

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 08:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pangeran Arab Saudi, Al Waleed bin Talal, telah menggelontorkan dana sebesar 500 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 7 triliun untuk perusahaan Rusia hanya beberapa hari menjelang invasi Moskow ke Ukraina pada Februari lalu.

Al Waleed yang dikenal sebagai pengusaha dan investor telah menginvestasikan dana melalui Kingdom Holding Co miliknya pada tiga perusahaan raksasa energi Rusia, yaitu Gazprom, Lukoil, dan Rosnet.

Perusahaan tersebut berinvestasi sebesar 365 juta dolar AS di Gazprom, 52 juta dolar AS di Rosneft, dan 109 juta dolar AS di Lukoil.


Sekitar waktu yang bersamaan, Al Waleed juga menjual sekitar 625 juta sahamnya atau sekitar 1,5 miliar dolar AS atas Kingdom Holding Co kepada pendanaan kerajaan.

Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022, nilai investasi pangeran telah turun dengan cepat bersamaan dengan sanksi yang diberlakukan Barat untuk menekan Kremlin agar membatalkan serangannya.  

Pangeran Al Waleed bin Talal adalah salah satu orang terkaya di Arab Saudi dan secara teratur melakukan investasi asing besar-besaran. Dia memiliki saham di perusahaan terkenal, seperti Twitter dan Uber, sementara kakeknya, Abdulaziz adalah pendiri negara Saudi modern.

Al Waleed adalah salah satu dari ratusan anggota keluarga kerajaan Saudi yang ditahan di Hotel Ritz Carlton di Riyadh pada tahun 2017 oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Namun ia dibebaskan setelah setuju untuk membayar jutaan dolar kepada pihak berwenang sebagai bagian dari gerakan anti-korupsi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya