Berita

Kampanye nasional untuk pembalut gratis/Net

Dunia

Pertama di Dunia, Skotlandia Gratiskan Pembalut untuk Perempuan

SENIN, 15 AGUSTUS 2022 | 16:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Skotlandia menjadi negara pertama di dunia yang akan menyediakan pembalut gratis. Aturan ini akan segera disahkan lewat Period Product Act yang telah dirampungkan penyusunannya oleh parlemen.  

Dirampungkan pada Minggu (14/8), Period Product Act menjadi dasar hukum yang mewajibkan pihak berwenang di Skotlandia untuk menyediakan produk menstruasi secara cuma-cuma.

Period Product Act telah disusun sejak 2018, ketika Partai Buruh meluncurkan kampanye nasional untuk pembalut gratis.

“Ini akan mengubah kehidupan wanita dan anak perempuan dan semua orang yang mengalami menstruasi. Telah ada kemajuan besar di tingkat komunitas dan melalui otoritas lokal dalam memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan kehormatan," kata jurubicara Partai Buruh Monica Lennon, seperti dimuat Anadolu Agency.

Kampanye nasional pembalut gratis diluncurkan setelah beberapa dewan lokal di Skotlandia utara menyediakan produk menstruasi gratis bagi penduduk wanita mereka.

Namun, langkah Lennon justru mendapat dukungan populer dan pada 2020, parlemen Skotlandia menyetujui mosi pembuatan RUU dan mendukung penuh aturan tersebut.

RUU tersebut akan memiliki efek signifikan dalam upaya mengurangi kemiskinan menstruasi atau ketidakmampuan masyarakat untuk membeli produk sanitasi, dan membantu banyak wanita di seluruh negeri.

Menurut sebuah kelompok Women for Independence, sekitar satu dari lima wanita pernah mengalami kemiskinan menstruasi yang berdampak buruk pada kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan mereka.

Populer

Data Korban Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan Masih Berbeda, Susi Pudjiastuti: Beri Angka yang Sejujurnya dan Sebenarnya!

Senin, 03 Oktober 2022 | 10:17

Bawa Keranda dan "Kardus Durian" ke Gedung Merah Putih, Gemas NU Minta KPK Tangkap Cak Imin

Rabu, 28 September 2022 | 13:44

Dituduh Kriminalisasi Anies, Firli Bahuri: Kerja KPK Diuji di Pengadilan, Bukan Hasil Opini

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 18:24

Waketum Partai Ummat Dikabarkan Jadi Tersangka KPK

Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:15

Menunggu Sanksi FIFA untuk PSSI?

Senin, 03 Oktober 2022 | 19:06

Sedih Indonesia Masuk 100 Besar Negara Miskin, Susi Pudjiastuti: Yang Benar RI Negara Terkaya

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 09:22

Begini Kronologi Kerusuhan di Kanjuruhan yang Menyebabkan 127 Orang Meninggal

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:37

UPDATE

Kasus Robot Trading Net89, Bareskrim Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 03:40

Di Hadapan Balkoters, Anies Cerita soal Ditinggal Sandiaga Hingga Duet dengan Ariza

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 03:22

Tinggal Nunggu Hari, PKB Klaim Duet Prabowo-Cak Imin Sudah Fiks

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 02:55

Hadapi Krisis Ekonomi Global, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 02:40

Dipanggil jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Impor Garam, Ini Kata Susi Pudjiastuti

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 02:33

Orangnya Jokowi, Pengamat Ragukan Independensi Heru jadi Pj Gubenur Jakarta

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 01:53

Tingkatkan P3DN, Kapolri Ajak Pengusaha Daftarkan Produk Unggulan di e-Katalog

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 01:47

Polda Sultra Amankan 27 Alat Berat Terkait Penambangan Ilegal di Konawe

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 01:20

Bupati Gorontalo Anggap Kebijakan Jokowi Bantu Permasalahan Rakyat

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 00:53

Beri Kemudahan, Anies Resmikan Tarif Integrasi JakLingko dan Layanan Mikrotrans AC

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 00:39

Selengkapnya