Berita

Penguin yang mati terdampar di Pantai Santa Catarina Brasil/Net

Dunia

Dihantam Topan Ekstratropis, 596 Penguin Ditemukan Mati di Pantai Brasil

SENIN, 15 AGUSTUS 2022 | 11:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL.  Ratusan penguin telah terdampar dan mati di pesisir pantai Santa Catarina di Brasil selatan setelah topan ekstratropis dengan kecepatan angin mencapai lebih dari 100 km per jam menerjang wilayah tersebut.

Proyek Pemantauan Pantai Cekungan Santos (PMP) yang ditugaskan untuk memantau hewan laut di pantai tenggara dan selatan Brasil mengatakan terdapat 596 penguin mati telah ditemukan.

Seperti dikutip dari Xianhua pada Minggu (14/8), ahli biologi Andre Barreto, koordinator PMP Santa Catarina mengungkapkan selain pengin,  hewan-hewan lain juga ditemukan di beberapa pantai di ibu kota negara bagian Florianopolis.

"Topan ekstratropis yang bergerak melalui selatan dan tenggara Brasil telah menyebabkan sejumlah hewan laut seperti burung camar dan kura-kura juga ditemukan terdampar di pantai sejak Selasa (9/8)," ungkapnya.

Barreto menjelaskan umumnya, hewan yang muncul setelah angin topan adalah yang paling lemah. Penguin lebih sulit melarikan diri dari ombak yang kuat karena tidak seperti burung lain, ia tidak bisa terbang. Ketika muncul untuk bernapas di permukaan, ia akhirnya tenggelam di laut yang ganas.

Menurut badan meteorologi lokal Epagri, angin dengan kecepatan lebih dari 100 km per jam tercatat minggu ini antara Selasa dan Jumat di Santa Catarina.

Populer

Said Merokok di Pesawat Pribadi, Arief Poyuono: Inikah Anggota Dewan Pengusul Hapus Listrik 450 VA?

Sabtu, 17 September 2022 | 11:18

AHY Bandingkan Pembangunan SBY dan Jokowi, Ridwan Bae: Jokowi Lebih Baik, Saya Punya Data

Sabtu, 17 September 2022 | 19:22

Kapal Kargo Minyak Rusia Berisi 700 Ribu Barel Minyak Mentah Menuju Kuba

Sabtu, 17 September 2022 | 16:40

Kamarudin Simanjuntak: Penyidik Seperti Tidak Ikhlas Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Sabtu, 17 September 2022 | 05:52

Saat Diam Saja Elektabilitas SBY 10 Persen, Kalau Turun Gunung Pasti Demokrat Meroket

Minggu, 18 September 2022 | 09:28

Ganjar Ngaku Tak Kenal Eko Kuntadhi, PA 212: Ngibul yo ngibul Tapi Ojo Ngono Toh, Mas Ganjar

Sabtu, 17 September 2022 | 03:28

Sindir AHY, Direktur PPI: Faktanya, Publik Melihat Jokowi Massif Membangun Infrastruktur

Minggu, 18 September 2022 | 09:58

UPDATE

Aktivitas Politik China Berjalan Normal, Rumor Kudeta Xi Jinping Sebatas Psy-War Barat?

Senin, 26 September 2022 | 09:35

Namanya Diusulkan PPP Jakarta, Anies Bahas Capres Usai 16 Oktober

Senin, 26 September 2022 | 09:34

Negaranya Dilanda Krisis Ekonomi Parah, Menteri Keuangan Pakistan Mundur

Senin, 26 September 2022 | 09:23

Ketua MA Gagal Besar dalam Membina Hakim dan Aparatur Peradilan

Senin, 26 September 2022 | 09:18

Hari Ini, Lukas Enembe Dijadwalkan Diperiksa sebagai Tersangka di Gedung Merah Putih KPK

Senin, 26 September 2022 | 08:58

Sempat Mogok Beroperasi Karena Maraknya Pembobolan, Bank-bank di Lebanon Hari Ini Buka Kembali

Senin, 26 September 2022 | 08:57

Pakar Pidana: Jika Merasa Tidak Bersalah, Lukas Enembe Seharusnya Kooperatif saat Dipanggil KPK

Senin, 26 September 2022 | 08:55

Tim Bayangan Diduga Jadi Penyebab RUU Sisdiknas Carut Marut, Pengamat: Bubarkan!

Senin, 26 September 2022 | 08:44

Senator AS: Joe Biden akan Menghadapi Pemakzulan jika Partai Republik Menang Pemilihan Paruh Waktu

Senin, 26 September 2022 | 08:40

Serbia Tidak Akan Akui Hasil Referendum Donbas yang Ingin Gabung ke Rusia

Senin, 26 September 2022 | 08:25

Selengkapnya