Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam video yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier/Net

Politik

Cerita Mahfud MD, Ferdy Sambo Nangis-nangis di Depan Kompolnas saat Rekayasa Cerita

MINGGU, 14 AGUSTUS 2022 | 10:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo rela menangis-nangis di hadapan sejumlah pejabat demi memastikan rekayasa yang dibuatnya benar-benar terjadi.

Hal itu sebagaimana diungkap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat berbincang dengan Deddy Corbuzier dalam video yang diunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier berjudul "Mahfud MD, TKP pun Dia Rekayasa!? Bongkar Habis Irjen Sambo Vs Brigadir J-Deddy Corbuzier Podcast" pada Jumat (12/8).

Dalam acara itu, Mahfud MD menyebut bahwa ketika seorang jenderal menjadi tersangka, artinya tidak main-main. Bukti yang dimiliki sudah pasti sangat kuat.


Namun demikian, Mahfud tidak memungkiri bahwa skenario awal kematian Brigadir J bahwa ada tembak menembak di kediaman Irjen Ferdy Sambo membuat publik berdebar-debar. Apalagi Ferdy Sambo sudah membuat prakondisi agar cerita itu meyakinkan.

“Itu bukan main tuh prakondisinya, sebelum skenario itu dimunculkan, tidak banyak yang tau, misalnya bahwa sudah ada jebakan psikologis kepada orang-orang tertentu untuk mendukung bahwa itu tembak-menembak," ujarnya seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (14/8).

Salah satu pihak yang dimaksud, yakni Kompolnas. Di mana kata Mahfud, Kompolnas dipanggil oleh Irjen Sambo untuk datang mendengarkan ceritanya. Kepada Kompolnas, Sambo menangis-nangis bercerita tentang marwah keluarga yang coba dinodai J.

"Kompolnas itu hari Senin dipanggil oleh Pak Sambo diundang ke kantornya, hanya untuk apa? Hanya untuk nangis di depan kompolnas. Nangis 'wah saya teraniaya, kalau saya sendiri ada di situ saya tembak habis dia' katanya," kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud juga mendapat informasi bahwa ada beberapa orang lain yang turut dihubungi oleh Sambo. Akan tetapi, nama-nama beberapa orang itu disensor dalam video ini.

"Berarti ini ada upaya pengkondisian psikologis agar ada orang yang nanti membela menyatakan bahwa itu terzolimi, dan itu betul kan, kompolnas dan Komnas HAM langsung bilang betul kan, semula-semula, awalnya," terang Mahfud.

"Dan bukan hanya itu, teman anda juga, siapa? Orang terkenal loh, namanya .. (disensor dengan suara tut). Dibilangin begitu juga. Dan beberapa orang lagi dihubungi, dia hanya nangis saja, kalau ... (Disensor) 'ka saya dizolimi ka, gimana ini ka'. Saya tanya ..(disensor) benar gak? Benar. Artinya apa? Memang ada suatu pengkondisian untuk mengatakan 'oh itu dizolimi', istrinya dilecehkan," sambung Mahfud.

Bahkan kata Mahfud, ada juga beberapa anggota DPR yang dihubungi oleh Sambo. Akan tetapi saat hendak dikonfirmasi, beberapa anggota DPR itu tidak mengangkat telepon Mahfud.

"Tapi oke lah, sudah tiga orang tuh kan sudah menciptakan itu kan, prakondisi, untuk mengatakan bahwa itu pelecehan. Padahal sesudah itu, saya pulang, dari Mekkah itu saya panggil itu Kompolnas, lalu Komnas HAM saya ajak bicara, sudah berkali-kali saya rapat dengan Kompolnas, dengan Komnas HAM, masih kadang kala terpengaruh oleh kerangka pikir itu, bahwa ini terjadi pelecehan, terjadi penzoliman, sehingga ditembak oleh ajudannya, oleh Bharada E dan sebagainya," jelas Mahfud.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya