Berita

Serangan bom di Gaza/Net

Dunia

Lebih Fokus pada Konflik Ukraina Daripada Gaza, Borrell: Konflik Timur Tengah Bukan Berada di Tangan Eropa, Tetapi AS

SABTU, 13 AGUSTUS 2022 | 06:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa (UE) kerap mengutuk serangan yang menewaskan rakyat sipil di Jalur Gaza. Sejauh ini, apa yang bisa dibantu UE untuk Gaza dan Paletina telah dilakukan, tetapi untuk mengakhiri konflik di sana, bukan berada di tangan Eropa.

Kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrel menepis anggapan bahwa blok pimpinannya menerapkan standar ganda terutama untuk masalah Gaza.

Menurutnya, standar ganda bisa saja terjadi dalam hubungan internasional. UE sendiri memiliki kebijakan dalam menyikapi setiap konflik yang terjadi, terutama di wilayah Eropa.


"Konflik Timur Tengah bukan berada di tangan Eropa," katanya dalam sebuah wawancara dengan media pada Jumat (12/8), saat ditanya mengapa UE lebih siap mendukung Ukraina daripada Gaza.

“Kami sering dikritik karena standar ganda. Tetapi politik internasional sebagian besar adalah tentang penerapan standar ganda. Kami tidak menggunakan kriteria yang sama untuk semua masalah,” kata Borrel,  seperti dikutip dari Fars News.

Mendukung Kyiv melawan Moskow adalah "kewajiban moral" bagi negara-negara Barat. Sedangkan Gaza tidak  berada di area UE.

“Menyelesaikan situasi dengan orang-orang yang terjebak di penjara terbuka, di mana Gaza berada, bukan di tangan UE,” katanya, menambahkan bahwa ia sangat bersimpati, marah dan ikut prihatin atas apa yang dialami Gaza. Serangan di Gaza adalah sikap yang memalukan.

Menurutnya, Gaza berada di bawah blokade Israel, sedangkan Israel sejauh ini mendapat dukungan dari AS.

"Tidak ada solusi untuk konflik Timur Tengah tanpa komitmen yang sangat kuat dari pihak AS,” kata Borrel.

Dunia internasional telah banyak melakukan upaya untuk perdamaian Israel-Palestina, tetapi jalan menuju arah itu seolah tertutup.

AS telah menunjukkan dukungan tak tergoyahkan terhadap rezim Zionis Israel, bahkan ketika terus membangun permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki dan mengambil tindakan lain yang memusuhi rakyat Palestina.

Serangan Israel pekan lalu di gaza telah menewaskan 49 orang, termasuk beberapa anak-anak dan wanita. Sementara 360 lainnya luka-luka.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya