Berita

Kuasa hukum tersangka Bharada E, Deolipa Yumara membacakan pencabutan kuasa saat live di TV/Repro

Hukum

Kuasa Hukum Bharada E Dipecat saat Live di TV, Warganet: Ada Apa Ini?

JUMAT, 12 AGUSTUS 2022 | 11:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus penembakan Brigadir J yang menyeret jenderal bintang dua di kepolisian, Irjen Ferdy Sambo mengungkap peristiwa baru.

Baru-baru ini, kuasa hukum tersangka Bharada E, Deolipa Yumara mengaku dicabut kuasa sebagai pengacara tersangka penembakan Brigadir J.

Bahkan Deolipa membeberkan pemecatannya itu saat sedang wawancara di salah satu media TV secara live.


"Ini siaran langsung kan? Saya dapat WA (WhatsApp) dari anak buah saya, pengacara dari kantor saya di Condet. Surat pencabutan kuasa,” ujar Deolipa dikutip saat wawancara di Metro TV sebagaimana dikutip Jumat (12/8).

Surat pencabutan kuasa tersebut tidak ditulis tangan, melainkan diketik. Hal tersebut membuat Deolipa bingung karena posisi Bharada E saat ini berada di tahanan.

“Tentunya posisinya si Eliezer (Bharada E) ini enggak mungkin mengetik, wong dia tahanan. Diketik, baru dia tanda tangan. Biasanya Eliezer ini suka tulis tangan," jelasnya.

Deolipa lantas membacakan surat pencabutan kuasa yang ditandatangani Bharada E, Rabu (10/8). Berikut isi surat pencabutan kuasa terhadap pengacara Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.

“Dengan ini menerangkan bahwa terhitung tanggal 10 Agustus 2022 mencabut kuasa yang telah diberikan kepada Deolipa Yumara Sarjana Hukum, Sarjana Psikologi dan Muhammad Burhanudin Sarjana Hukum advokat beralamat kantor di Law Office Deolipa Yumara dan Burhanudin Associates Counselor of Law,” ucap Deolipa membacakan surat tersebut melalui ponselnya.

“Surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Demikian surat pencabutan kuasa untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta, 10 Agustus 2022," demikian ucap Deolipa.

Sontak, peristiwa ini pun turut menjadi perhatian warganet di media sosial. Video pernyataan Deolipa di salah satu stasiun TV itu pun bertebaran di media sosial.

Salah satunya akun Twitter @nuningBening. Ia menilai apa yang dialami Deolipa janggal.

"Feeling-ku mulai enggak bagus di markas besar keamanan ini. Ada apa ? Tuhan ngasih lihat, saat-Nya untuk bersih-bersih, tuntas. Moga-moga Presiden Jokowi melihat tayangan ini dan bertindak tegas," tuturnya.

Hal senada disampaikan akun Twitter @aldewatakoe. Menurutnya, pencabutan kuasa yang mengatasnamakan dari Bharada E ini justru bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

"Keterangan Deolipa Yumara ini kembali menurunkan kepercayaan terhadap Polri, sekaligus pesimis kasus Brigadir J bisa transparan dan apa adanya sesuai arahan Presiden Jokowi. Sangat sarat kepentingan dan berusaha menyusun skenario baru dari Magelang sampai Sambo tiba di Jakarta," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya