Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati/Net

Politik

Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri, PKS Desak Jokowi Segera Perbaiki Kualitas Kesehatan

JUMAT, 12 AGUSTUS 2022 | 01:41 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo menyayangkan masih banyaknya WNI yang berobat ke luar negeri. Presiden bahkan menyebut ada Rp 110 Triliun capital outflow yang keluar untuk pengobatan WNI di luar negeri.

Merespons pernyataan Jokowi, anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyebut keprihatinan Presiden harus diwujudkan dalam percepatan perbaikan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia . Perbaikan itu baik dari sisi Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fayankes) maupun Tenaga Kesehatan berstandar internasional.

"Spirit kemandirian nasional selalu kita dukung. Jika ada keprihatinan banyaknya WNI berobat ke luar negeri maka harus ada percepatan realisasi kebijakan perbaikan pelayanan kesehatan dengan standar internasional," sebut Kurniasih dalam keterangannya, Kamis (11/8).


Menurut Kurniasih, setidaknya ada beberapa hal mendasar yang harus menjadi perhatian dalam peningkatan kualitas kesehatan berstandar internasional.

Pertama memenuhi rasio jumlah tenaga kesehatan per satuan penduduk di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar memang menjadi satu tantangan untuk menambah rasio tenaga kesehatan di Indonesia yang masih kurang.

Menyitir data World Bank 2010-2017, rasio dokter di Indonesia hanya 0,4 dokter per 1.000 penduduk dan terendah kedua di Asia Tenggara. Dibandingkan dengan Singapura dengan rasio 2 dokter per 1.000 penduduknya.

"Harus ada kebijakan jangka pendek, menengah dan panjang untuk menambah rasio tenaga kesehatan kita per satuan penduduk jika ingin mengejar ketertinggalan kualitas kesehatan kita di dunia," ungkap Kurniasih.

Kedua, peningkatan kualitas RS di Indonesia dengan pemenuhan standar nasional dan standar internasional. Kurniasih menyebut perlu didorong dan pendampingan bagi RS di Indonesia untuk minimal memenuhi standar pelayanan nasional dan target standar internasional.

Termasuk mengembangkan RS khusus untuk penyakit-penyakit yang banyak pasien Indonesia memilih berobat di RS Luar Negeri seperti kanker.

"Kita baru memiliki setidaknya 36 rumah sakit yang terakreditasi internasional oleh Joint Commission International (JCI) maupun Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Masih juga ada catatan RS nasional pada 2021 dari 3.145 RS di Indonesia baru 2.482 yang terakreditasi Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS)," ungkap Kurniasih.

Bagi Kurniasih, langkah-langkah strategis perbaikan kualitas kesehatan di Indonesia ini seharusnya sudah dalam tahap adanya roadmap yang jelas.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya