Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Akan Teruskan Latihan Militer, Presiden Taiwan Minta Dukungan Internasional

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 12:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Taiwan meminta dukungan internasional untuk menghentikan ancaman esklasi setelah China memutuskan kembali melanjutkan latihan militernya di selat Taiwan.

Seperti dikutip dari ANI News, pihak militer China mengumumkan akan terus mengadakan latihan militer setelah Chinese People’s Liberation Army (PLA) selesai melakukan tugas yang sama di enam daerah di sekitar pulau Taiwan pada 4 hingga 7 Agustus.
Media lokal melaporkan Latihan militer lanjutan nantinya akan berfokus pada serangan anti kapal selam dan serangan udara ke kapal.

Kebijakan latihan militer China dilakukan setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan yang memicu kemarahan Beijing karena dianggap telah mengusik Provinsi yang telah lama diklaim kepemilikannya oleh China.

Kebijakan latihan militer China dilakukan setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan yang memicu kemarahan Beijing karena dianggap telah mengusik Provinsi yang telah lama diklaim kepemilikannya oleh China.

Selama beberapa hari terakhir, lebih dari 100 pesawat tempur China dan 10 kapal perang telah dikerahkan dalam latihan militer di sekitar Taiwan. Beberapa pesawat dan kapal China juga terdeteksi mensimulasikan serangannya melintasi garis tengah perbatasan yang tidak resmi.

Ketika China gencar melakukan sejumlah tindakan militer di dekat pulaunya, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meminta bantuan internasional untuk menghentikan ketegangan yang akan mengancam keamanan regional.

"Saya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung Taiwan yang demokratis dan menghentikan eskalasi yang memicu ketidakamanan regional," cuit Presiden Taiwan Tsai Ing-wen melalui twiternya.

Tsai juga mengatakan pemerintah dan militernya akan terus memantau situasi dengan cermat dan siap untuk merespons seperlunya pada latihan militer dan operasi perang informasi yang diluncurkan China.

Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Jepang, mengecam peluncuran rudal balistik China dan mendesak China untuk segera menghentikan latihan militer. Mereka menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya