Berita

Tentara Rusia sedang berdiri di kawasan pembangkit nuklir Zaporizhzhia/Net

Dunia

Ukraina: Rencana Rusia Hubungkan Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia ke Jaringan Listrik Krimea Berbahaya

RABU, 10 AGUSTUS 2022 | 12:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ukraina menyoroti rencana Rusia untuk menghubungkan pembangkit nuklir Zaporizhzhia ke jaringan listrik Krimea. Rencana tersebut dinilai berbahaya karena merusak pasokan listrik Kyiv yang sudah terhubung sebelumnya.

Presiden Energoatom Petro Kotin mengatakan keberadaan militer Rusia di Zaporizhzhia saat ini sedang mengimplementasikan program Rosatom.

"Untuk melakukannya, pertama-tama Rusia harus merusak saluran listrik pembangkit yang terhubung ke sistem energi Ukraina," kata Kotin pada Selasa (9/8).


Kotin mengatakan sejak tanggal 7 hingga 9 Agustus, Rusia telah merusak tiga saluran listrik Ukraina dan berpotensi bahaya karena pabrik hanya beroperasi pada satu lini produksi.

Ia memperingatkan, ketika jalur produksi terakhir terputus maka pembangkit nuklir akan ditenagai oleh generator yang menggunakan diesel dan ketahanannya bergantung pada stok bahan bakar yang dimiliki.

Zaporizhzhia merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dan telah diduduki Rusia sejak awal invasi.

Pembangkit listrik tersebut terletak tak jauh dari semenanjung Krimea dan memiliki enam dari 15 reaktor Ukraina, yang mampu memasok listrik untuk empat juta rumah.

Rencana Moskow untuk menghubungkan Zaporizhzhia dengan jaringan listrik Krimea terjadi sepekan setelah Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan militer berbahaya terhadap pabrik nuklir itu.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya