Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Seperti dikutip dari Outlook India, Kepolisian J&K menunjukan perubahan yang signifikan pada penurunan angka kejahatan sejak Pusat mencabut status khusus Jammu dan Kashmir dan membaginya menjadi dua wilayah Persatuan, dan dibatalkannya pasal yang telah mendiskriminasi kelompoknya selama hampir tujuh dekade.
"Dari 5 Agustus 2016, hingga 4 Agustus 2019, terdapat 3.686 kasus pelanggaran hukum dan ketertiban. Kemudian sejak 5 Agustus 2019, saat status khusus J&K dihapus, kami hanya mencatat 438 insiden semacam itu. Jumlah ini turun hingga lebih dari 88 persen," kata kepolisian pada Jum'at (5/8).
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Jumat, 03 April 2026 | 00:15
Kamis, 02 April 2026 | 23:50
Kamis, 02 April 2026 | 23:21
Kamis, 02 April 2026 | 22:57
Kamis, 02 April 2026 | 22:39
Kamis, 02 April 2026 | 22:01
Kamis, 02 April 2026 | 21:42
Kamis, 02 April 2026 | 21:31
Kamis, 02 April 2026 | 21:18
Kamis, 02 April 2026 | 21:08