Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr pada Sabtu (6/8) di Istana Malacanang Manila/Net

Dunia

AS Perkuat Aliansi dengan Filipina Saat China Tempuh Ancaman Militer di Taiwan

SABTU, 06 AGUSTUS 2022 | 12:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menemui Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam upaya memperkuat aliansi kedua negara di tengah ancaman militer  China terhadap Taiwan.

“Aliansi itu kuat dan saya yakin bisa tumbuh lebih kuat lagi,” kata Blinken kepada Marcos saat mereka bertemu di istana kepresidenan, seperti dikutip Al-Arabiya News pada hari Sabtu (6/8).

Blinken tiba di Manila pada Jumat malam setelah menghadiri pertemuan puncak ASEAN di Kamboja. Di sana ia mengutuk latihan militer China sebagai tindakan eskalasi yang signifikan.


Seperti anggota ASEAN lainnya, Filipina tidak secara resmi mendukung Taiwan ataupun melawan tindakan China. Tetapi, Marcos mengatakan kunjungan Pelosi hanya menunjukkan intensitas konflik yang ada, bukan menambah ketegangan.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (4/8) mengungkapkan keprihatinannya atas peningkatan ketegangan di Taiwan dan mendesak penyelesaian secara damai.

Amerika Serikat memiliki pakta keamanan dengan Filipina dan terus mendukung negara bekas jajahannya tersebut dalam mengahadapi konflik yang memanas dengan China di Laut China Selatan.

Pertemuan Blinken dengan Marcos terjadi setelah China meluncurkan serangkaian latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan yang dikutuk oleh Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya.

Selama latihan pada hari Kamis dan Jumat (4-5/8), China menembakkan rudal balistik dan mengerahkan jet tempur serta kapal perang di sekitar Taiwan, yang jaraknya sekitar 400 kilometer utara Filipina.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya