Berita

Ribuan tenaga kesehatan honorer di Jabar menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung/RMOLJabar

Nusantara

Geruduk Gedung Sate, Ribuan Nakes Honorer di Jabar Minta Diangkat Jadi ASN

JUMAT, 05 AGUSTUS 2022 | 17:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ribuan tenaga kesehatan (nakes) honorer di Jawa Barat (Jabar) menggeruduk kantor Pemprov Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat sianh (5/7). Aksi itu dilakukan sebagai tuntutan agar mereka diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Ketua Forum Komunikasi Honorer Fasyankes, Suhendri, yang menjadi harapan para nakes adalah dapat diangkat menjadi ASN sebelum aturan pekerja honorer dihapuskan pada 2023 mendatang. Sehingga para nakes yang telah mengabdi di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di berbagai instansi tidak terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Para nakes honorer meminta Pemprov Jabar berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan terkait pengangkatan status para pekerja. Sebab, para nakes menginginkan mereka diangkat sebagai ASN agar bisa tetap berkerja ketika aturan penghapusan honorer diberlakukan.


Apabila hal itu tidak bisa dipenuhi, para nakes meminta Pemprov Jabar dapat memberikan solusi terbaik. Di antaranya melalui aturan yang ditujukan ke pemerintah kabupaten/kota dengan surat keputusan masing-masing pemerintah daerah.

"Ini bilamana pada 2023 para honorer belum menjadi ASN," ujar Suhendri, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Selanjutnya, para nakes honorer itu meminta pemerintah tidak membuka formasi untuk ASN, CPNS, maupun PPPK melalui jalur umum. Pasalnya, masih banyak nakes yang berstatus honorer, sebaiknya pemerintah mengangkat mereka terlebih dulu untuk masuk formasi tersebut.

"Angkat dulu semua tenaga non-ASN menjadi ASN, terutama kepada mereka yang telah mengabdikan diri sekian lama," lanjutnya.

Suhendri juga menilai perlunya penambahan anggaran pemerintah kabupaten/kota dalam penerimaan ASN maupun PPPK di bagian pelayanan kesehatan. Mengingat, selama ini minimnya serapan dari tenaga honorer dikarenakan dana daerah yang terbatas untuk menggaji ASN maupun PPPK.

Dengan begitu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil bisa mendesak Pemerintah Pusat untuk mengalokasikan dana pada pembiayaan gaji ASN dan PPPK di sekitar daerah Jabar, khususnya bagi tenaga kesehatan.

Di sisi lain, pihaknya berharap pemerintah tidak mem-PHK para nakes honorer pada 2023 mendatang. Kemudian, perlu juga sistem yang baik dan terintegrasi agar fasyankes bisa terus memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat terutama dengan adanya nakes.

"Tentunya aspirasi ini kita sepakati bersama oleh perwakilan Bapak Gubernur yaitu terkait bahwa tidak ada PHK. Dan dari Pemprov itu sudah beraudensi atau konsolidasi dengan pemerintah pusat dan ini sedang diusahakan," tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya