Berita

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berbicara di depan Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di Dallas pada 4 Agustus/Net

Dunia

Viktor Orban: Kami Membutuhkan Amerika yang Kuat dengan Pemimpin yang Hebat untuk Hentikan Konflik Rusia-Ukraina

JUMAT, 05 AGUSTUS 2022 | 16:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat membutuhkan pemimpin yang kuat untuk merundingkan kesepakatan damai guna mengakhiri perang di Ukraina. Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menyampaikan sarannya saat berbicara di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC), Texas Kamis (4/8).

"Hanya pemimpin yang kuat yang bisa merundingkan perdamaian," kata Orban. "Kami membutuhkan Amerika yang kuat dengan pemimpin yang hebat."

Menurutnya, strategi yang saat ini dianut oleh para pemimpin globalis hanya memperpanjang konflik, dan itu hanya dapat diakhiri melalui pembicaraan antara AS dan Rusia.


“Ukraina adalah tetangga kita. Kami dalam solidaritas penuh dengan mereka,” kata Orban kepada kerumunan CPAC, menambahkan bahwa intervensi Rusia telah memaksa hampir satu juta pengungsi ke Hongaria sejauh ini, seperti dikutip dari AFP, Jumat (5/8).

"Itu hampir sepersepuluh dari seluruh penduduk Hongaria," katanya.

“Dalam pandangan saya, strategi para pemimpin global malah memperpanjang perang dan mengurangi peluang perdamaian,” lanjut Orban.

"Tanpa pembicaraan Amerika-Rusia, tidak akan pernah ada perdamaian di Ukraina. Semakin banyak orang akan mati dan menderita, dan ekonomi kita akan berada di ambang kehancuran," kata dia lagi.

PM Hongaria telah tampil menjadi kritikus yang blak-blakan terhadap kebijakan perang ekonomi AS-Uni Eropa melawan Moskow.

Bulan lalu, dia mengatakan sanksi itu gagal membantu Ukraina atau menghentikan pasukan Rusia, malah melumpuhkan ekonomi Eropa. Dalam wawancara radio dengan stasiun Hongaria, Orban mengatakan UE telah menembak paru-parunya sendiri dan terengah-engah, dan membuat kebijakan berdasarkan asumsi yang salah, sangat membutuhkan peninjauan.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell menanggapi dengan mencela komentar Orban, mengatakan kepemimpinan di Brussels tidak menganggap sanksi itu sebuah kesalahan, tetapi sebuah kewajiban yang memang harus mereka lakukan.

AS telah berulang kali mengatakan bahwa setiap keputusan untuk berdamai sepenuhnya tergantung pada pemerintah Ukraina, sambil memberikan dukungan tanpa syarat dalam bentuk uang dan senjata.

Pada akhir Maret, Kiev hampir mencapai kesepakatan dengan Moskow, tetapi itu gagal setelah PM Inggris Boris Johnson memberi tahu Presiden Vladimir Zelensky bahwa Barat tidak mau berdamai dengan Rusia, menurut media Ukraina.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya