Berita

Wilayah Jammu dan Kashmir/Net

Dunia

Pencabutan Pasal 370 Membuka Masa Depan Cerah untuk Atlet Jammu dan Kashmir

KAMIS, 04 AGUSTUS 2022 | 17:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dibatalkannya pasal 370 oleh pemerintah India pada pada 5 Agustus 2019 membuka dunia baru bagi olahragawan berbakat di Jammu dan Kashmir untuk dapat bersaing di level mana pun.

Selama 70 tahun sebelum aturan tersebut dicabut, para olahragawan di Jammu dan Kashmir memiliki kesempatan terbatas untuk membuktikan keberanian mereka dalam bersaing di ajang perlombaan olahraga.

Seperti dikutip dari Social News pada Selasa (2/8), keputusan Perdana Menteri Narendra Modi yang mengubah status khusus Jammu dan Kashmir menjadi Wilayah Persatuan terbukti menjadi game changer bagi para atlet.


Saat Jammu dan Kashmir bersiap untuk merayakan ulang tahun ketiga penghapusan Pasal 370, administrasi Union Territory dengan bangga mengklaim bahwa aturan tersebut telah membawa perubahan besar pada infrastruktur olahraga di wilayah Himalaya.

Kementerian Olahraga Serikat selama tiga tahun terakhir telah menginvestasikan 506,13 crore Rupe dalam 77 proyek infrastruktur di bawah Skema Khelo India di Himalaya.

Berbagai langkah juga telah dilakukan untuk menciptakan infrastruktur olahraga kelas dunia di Jammu dan Kashmir.

Kegiatan olahraga dilakukan sepanjang tahun, sementara pembangunan infrastruktur terus dilakukan dalam skala besar. Cabang yang banyak dilombakan diantaranya kriket, sepak sola, bola voli, kho-kho, kabaddi dan olahraga air.

Tahun lalu 1,7 juta pemuda dari Jammu dan Kashmir berpartisipasi telah dalam berbagai cabang olahraga dan mencetak rekor terbanyak. Pemerintah mengharapkan jumlah tersebut akan meningkat hingga 3,5 juta pada tahun ini.

Atlet dari Jammu dan Kashmir sepanjang tahun 2020 hinga 2021 telah mengantongi 72 medali emas, 90 perak, dan 145 perunggu dalam 14 cabang olahraga.

Sejalan dengan itu, pemerintah Jammu dan Kashmir mulai melancarkan misinya untuk menanamkan budaya olahraga di kalangan anak muda.

Pencabutan Pasal 370 telah membuat orang-orang Jammu dan Kashmir percaya bahwa semua kegiatan yang dihentikan karena pecahnya pemberontakan yang disponsori Pakistan pada 1989-1990 akan dihidupkan kembali dan kejayaan murni wilayah Himalaya akan dipulihkan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya