Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Terbukti Mentransfer Uang ke Teroris Somalia, Perempuan Belanda Didakwa di Amerika

RABU, 03 AGUSTUS 2022 | 16:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengadilan Amerika Serikat pada Selasa (2/8) mendakwa seorang wanita berusia 38 tahun asal Terneuzen Belanda dengan hukuman tiga tahun penjara setelah terbukti mentransfer uang ke kelompok teroris Somalia al-Shabab.

Menurut laporan media, hukuman itu jauh lebih rendah daripada delapan tahun penjara yang dituntut jaksa.

Terdakwa yang tidak disebutkan namanya itu telah dinyatakan bersalah pada bulan Mei, dan hukumannya ditentukan pada Senin (1/8).


Diketahui bahwa antara 2011 dan 2014, wanita Belanda itu secara teratur berkomunikasi dengan sekitar lima belas wanita lain. Dia terus mentransfer sejumlah kecil uang melalui perantara di Kenya. Secara total, wanita itu diduga mengirim setidaknya 300 dolar AS ke Somalia.

NL Times melaporkan, wanita itu melarikan diri dari Somalia ke Belanda saat remaja. Dia kemudian diberikan suaka dan menetap di Zeeland.

Pada tahun 2014, Amerika Serikat mendakwanya, dan dia ditangkap di Belanda. Dia sempat mencoba untuk mencegah ekstradisi melalui proses ringkasan. Dia berpendapat bahwa penuntutan di Amerika Serikat akan menjadi ancaman bagi hidupnya dan kehidupan keenam anaknya. Pengadilan Belanda memutuskan bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan ekstradisi. Dia kemudian diangkut melalui pesawat ke Amerika Serikat tahun lalu.

Selama persidangan di AS, pengacaranya berargumen bahwa jaksa tidak berhak menuntutnya karena melibatkan Belanda dan Somalia. Uang senilai 300 dolar AS juga merupakan jumlah minimal, menurut pembelaan.

Jaksa tidak setuju dan mengatakan bahwa untuk jumlah itu, al-Shabaab dapat membeli senapan Kalashnikov atau membayar gaji bulanan jihadis.

Dua terdakwa Amerika sebelumnya dijatuhi hukuman 12 dan 11 tahun.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya