Berita

China Tangguhkan sementara beberapa merek makanan Taiwan, diduga sebagai langkah balasan atas kunjungan Pelosi ke Taiwan/Net

Dunia

China Hentikan Sementara Impor Beberapa Merek Makanan Taiwan

RABU, 03 AGUSTUS 2022 | 08:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

China menghentikan sementara impor produk dari beberapa perusahaan makanan Taiwan yang dianggap sebagai langkah pembalasan atas kunjungan Ketua Perwakilan Nancy Pelosi di Taiwan.

Dewan Pertanian Taiwan (COA) pada Selasa (2/8) mengatakan pihaknya mengetahui penangguhan impor dari China pada Senin (1/8) dan kini masih meneliti berapa banyak perusahaan yang ikut terpengaruh serta akan memberikan bantuan yang diperlukan.

COA mengkonfirmasi bahwa perusahaan yang masuk daftar hitam di antaranya produsen daun teh, buah-buahan kering, madu, biji kakao, dan sayuran, serta hasil tangkapan dari 700 kapal penangkap ikan.


"Merek yang ditangguhkan termasuk jaringan toko kue Kuo Yuan Ye, dan Yu Jan Shin, serta produsen makanan ringan populer Kuai Kuai," kata COA.

Menurut COA, alasan resmi penangguhan tersebut tampaknya terkait dengan kepatuhan perusahaan terhadap sistem pendaftaran bea cukai baru yang diperkenalkan otoritas China pada April tahun lalu.

Namun, Data dari Administrasi Umum Bea Cukai China menunjukkan 35 dari 107 perusahaan Taiwan yang status pendaftarannya terbaru juga telah terpengaruh oleh larangan tersebut.

Di Taiwan, keputusan China untuk menghentikan impor produk makanan dipandang oleh beberapa orang sebagai bentuk pembalasan atas kunjungan Pelosi ke pulau itu pada Selasa malam.

China sebelumnya menangguhkan impor kerapu Taiwan pada Juni dan nanas, apel lilin, dan apel gula tahun lalu, dengan alasan lain seperti residu kimia berlebih dan hama tanaman.

Menurut Kementerian Keuangan, ekspor makanan olahan Taiwan ke China dan Hong Kong pada tahun 2021 mencapai 21,5 juta dolar AS dan menyumbang 32 persen dari total ekspor dalam kategori tersebut.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya