Berita

Mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan/Net

Dunia

Partainya Terbukti Terima Dana Ilegal, Imran Khan Terancam Didepak dari Politik

SELASA, 02 AGUSTUS 2022 | 18:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dilaporkan terbukti telah menerima dana ilegal. Hal ini membuat partainya, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) terancam dilarang berpolitik.

Komisi Pemilihan Pakistan mengatakan pengadilan komisi telah mendapatkan bukti bahwa PTI mendapatkan dana dari 34 perusahaan asing di Pakistan.

"Dana tersebut diterima orang Pakistan yang ada di luar negeri dan ini ilegal," kata jurubicara PTI, Fawad Chaudhry di luar Kantor Pemilihan Pakistan, Islamabad pada Selasa (2/8).


Dimuat The Wire, PTI telah menyerahkan surat pernyataan palsu terkait rekening banknya, dan telah menyembunyikan 13 rekening bank yang seharusnya dibuka ke publik.

Media lokal melaporkan Komisi Pemilihan meminta partai Khan untuk memberikan penjelasan terkait alasan dananya tidak boleh disita.

Sementara itu, muncul desakan agar Khan mundur dari PTI.

Khan merupakan perdana menteri Pakistan dari 2018 hingga dipaksa mundur pada April tahun ini setelah kehilangan mosi percaya yang dianggapnya sebagai hasil dari konspirasi AS.

Sejak itu, Khan telah mengumpulkan pendukungnya untuk mendesak agar segera diadakan pemilihan baru. Namun Perdana menteri baru, Shehbaz Sharif secara tegas menolak permintaan tersebut.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya