Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

AS Khawatir Rusia Pakai Perisai Nuklir, Sulap Pabrik Zaporizhzhia Jadi Pangkalan Militer

SELASA, 02 AGUSTUS 2022 | 17:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat (AS) menuduh Rusia menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Ukraina, pabrik Zaporizhzhia, sebagai "perisai nuklir".

Menurut Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Rusia sengaja menempatkan pasukannya di pabrik tersebut dan mengancam akan terjadi kecelakaan nuklir jika pasukan Ukraina berani melancarkan tembakan di wilayah tersebut.

Berbicara kepada wartawan usai pembicaraan non-proliferasi nuklir di Markas PBB, New York pada Selasa (2/8), Blinken mengaku khawatir jika pabrik Zaporizhzhia menjadi pangkalan militer Rusia dan digunakan untuk menembaki pasukan Ukraina.


"Tentu saja Ukraina tidak dapat membalas karena akan ada kecelakaan mengerikan yang melibatkan pembangkit nuklir jika mereka balik menyerang," kata Blinken, seperti dimuat The Wire.

Ia menyebut, tindakan Rusia menggunakan perisai nuklir sangatlah buruk dan melampaui penggunaan perisai manusia.

Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Mykola Tochytskyi menekankan perlunya kerjasama yang kuat untuk mencegah bencana nuklir dan menyerukan masyarakat internasional agar menutup langit dengan sistem pertahanan udara untuk mengantipasi ancaman pembangkit listrik tenaga nuklir milik Ukraina.

Invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari telah memicu konflik terbesar di Eropa dan telah menewaskan ribuan orang, menggusur jutaan dan meninggalkan kehancuran bagi Ukraina.

Perang juga telah menyebabkan krisis pangan global karena Rusia dan Ukraina merupakan produsen dari sepertiga gandum dunia. Sementara sanksi Barat terhadap Rusia yang merupakan penyedia energi utama ke Eropa, juga turut menyebabkan krisis energi global.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya