Berita

Pemilik Autonomy, Scott Painter/Net

Dahlan Iskan

Perjalanan Ide

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 05:23 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

PERJALANAN sebuah ide, di bidang bisnis, sering hanya sampai di persimpangan jalan. Kenyataan ternyata sering tidak sesuai dengan yang dipikirkan, meski sudah lewat kajian yang mendalam. Emosilah yang mendorong lahirnya sebuah ide. Maka, kadang, emosi lebih dominan dalam mengkaji asumsi.

Sebuah ide baru yang gagal sering juga memicu ide lanjutan, meski yang lebih sering memicu frustrasi. Tergantung jenis orangnya.

Scott Painter bukan jenis yang mudah menyerah.


Kalau tahun ini Painter menjadi terkenal, itu ide lanjutannya: model baru persewaan mobil. Ide itu lahir setelah ia muter-muter lama di jalan buntu. Sambil menghabiskan bensin sia-sia.

Sebenarnya tidak sepenuhnya bensin itu sia-sia. Itulah biaya yang tanpanya tidak akan sampai ke ide lanjutan: Painter membuat perusahaan persewaan mobil. Khusus mobil listrik. Hanya di California.

Nama perusahaannya: Autonomy.

Dasar pemikirannya sederhana: banyak sekali orang ingin membeli mobil listrik. Tapi ragu. Khas keraguan menghadapi pilihan baru.

Keraguan seperti itu tidak muncul pada orang yang akan membeli mobil bensin. Satu-satunya keraguan dalam membeli mobil bensin hanyalah: uangnya cukup atau tidak. Kalau pun kurang-kurang sedikit biasanya kalah dengan emosi.

Maka Autonomy menyediakan layanan ini: coba dulu mobil listrik. Sewa saja. Bulanan. Minimal tiga bulan. Satu bulan sekitar Rp 8 juta. Murah sekali untuk ukuran Amerika. Kalau masih perlu mencoba lebih lama sewa lagi bulanan.

Sukses.

Autonomy awalnya hanya membeli 100 buah Tesla. Model 3. Laris. Lalu membeli lagi 200 mobil Tesla per bulan. Termasuk Model Y. Kini Autonomy ancang-ancang membeli 23.000 mobil listrik. Tiap minggu akan datang 2.000 unit. Tidak lagi hanya Tesla. Pun Lucid, Ford, Polestar, Canoo, dan Rivian.

Tentu perusahaan rental lainnya juga menyediakan mobil listrik. Tapi hanya sebagai variasi armada. Sedang Autonomy bermaksud lebih khusus bagi orang yang masih ragu membeli mobil listrik. Keputusan akhir pada konsumen.

Kelihatannya, ide terbaru Painter ini lebih bisa jalan. Setidaknya lebih baik dari beberapa ide sebelumnya. Apalagi dibanding ide pertamanya. Yang bakar uang. Tidak tahu kapan padamnya.

Painter kelahiran Seattle, negara bagian Washington. Ia tumbuh remaja di kota kecil dekat Sacramento, California. Setamat SMA ia masuk sekolah militer. Ia menjalani pendidikan militer di West Point. Khusus bidang strategi militer dan engineering system.

Dari situ Painter kuliah di Universitas Berkeley: mendalami political economy.

Perusahaan pertama yang ia dirikan bernama Zac.Com. Sebuah start up. Bidangnya penyediaan Apps untuk persewaan mobil. Pengguna apps bisa memilih persewaan mobil paling murah dan baik.

Sewa mobil memang jadi kebiasaan umum di Amerika. Konsumennya luas sekali. Dengan apps itu konsumen tidak perlu menelepon satu per satu perusahaan persewaan. Lalu membanding-bandingkannya.

Kelihatan, awalnya, ide itu cemerlang. Painter bisa dapat dana dari dua perusahaan keuangan. Capital One saja menyuntik sekitar Rp 100 miliar.

Wusss wuuusss wuusss.

Ternyata tidak jalan.

Itu tahun 2005.

Tiga tahun kemudian Painter mendirikan perusahaan baru: TrueCar. Dimasukkan pula ke kategori perusahaan teknologi. TrueCar merambah ke apps yang bisa membandingkan harga mobil di agen-agen seluruh Amerika.

Hasilnya: TrueCar digugat para dealer mobil. Dianggap merugikan. Banyak harga yang tertera di apps itu tidak cocok.

TrueCar sibuk melayani gugatan. Termasuk dari berbagai pemerintah negara bagian. Perhitungan pajak di TrueCar dianggap tidak cocok dengan sistem perpajakan di beberapa negara bagian.

Perusahaan itu mengalami kerugian besar. Tiap tahun. Muncul ide baru. Menggabungkan Zac.Com dengan TrueCar. Bakar uang lagi. Tahun 2015 mengambil alih Yahoo.Car. Bakar uangnya jalan terus. Tahun 2019 rugi sekitar Rp 1 triliun. Padahal equity perusahaan hanya sekitar Rp 800 miliar.

Januari lalu muncul ide terbaru. Persewaan mobil listrik sebagai transisi bagi orang yang masih ragu membeli mobil listrik. Painter menangkap perasaan banyak orang yang lagi bimbang: beli mobil listrik atau mobil bensin lagi. Itulah Autonomy. Kategorinya juga perusahaan teknologi.

Ini mirip dengan keraguan orang: apakah tetap pakai listrik PLN atau pasang solar cell. Keraguan itu di dua hal: apakah solar cell itu andal dan apakah bisa lebih menghemat.

Maka di Indonesia lahir perusahaan penyedia solar cell. Ia yang membiayai pembelian dan pemasangannya. Juga pemeliharaannya. Pemilik bangunan membayar listrik ke perusahaan start up tersebut. Harganya 10 persen lebih murah dari harga listrik PLN.

Tentu hanya pabrik-pabrik besar yang mau masuk sistem itu. Yang punya atap luas. Yang bayar listrik ke PLN-nya dalam jumlah besar. Menghemat listrik 10 persen terasa besar.

Perusahaan start up seperti itu belum akan bisa masuk ke rumah tangga. Tarif listrik PLN di rumah tangga sangat rendah. Pun setelah dinaikkan baru-baru ini.

Start up sehebat apa pun tidak akan bisa menawarkan tarif lebih murah dari PLN. Sama pun tidak bisa. Harus lebih mahal yang amat sangat.

Dengan model itu banyak pabrik yang mulai menggunakan solar cell. Yang penting mulai terbiasa. Sama-sama bisa belajar: produsen dan konsumennya.

Start up seperti itu penting meski diri mereka sendiri harus terus-menerus membakar uang. Mereka harus pintar cari sumber dana. Terutama harus pintar meyakinkan mereka. Toh bisa ditawarkan exit strateginya: IPO di ujung sana.

Karena itu masuk ke kategori perusahaan teknologi jadi pilihan. Itulah yang laku di pasar uang. Isinya boleh apa saja. Persewaan atau pun atap. Yang penting dibungkus teknologi. Kali ini bungkus lebih penting dari isi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya