Berita

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban/Net

Dunia

Viktor Orban: Saya Politikus yang Anti-Imigrasi

JUMAT, 29 JULI 2022 | 14:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anti-imigrasi bukan berarti membenci suatu ras atau bangsa tertentu.  Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban sekali lagi menggemakan sikapnya yang menentang imigrasi dan meminta orang-orang untuk bisa memahami bahwa itu sam sekali bukan rasisme.

Dalam pertemuannya dengan Kanselir Austria Karl Nehammer di Wina pada Kamis (28/7), ia menjelaskan maksud dari pernyataannya baru-baru ini bahwa orang Hongaria tidak ingin menjadi "bangsa dari ras campuran" membuat heboh banyak pihak.

"Saya satu-satunya politisi di UE yang mendukung kebijakan anti-imigrasi secara terbuka," kata Orban, seperti dikutip dari Reuters.


"Ini bukan masalah ras, tidak terkait dengan rasisme. Tetapi ini soal budaya. Terkadang ketika saya menyampaikan sesuatu, disalahpahami," katanya.  

"Sangat penting bagi saya untuk menjelaskan bahwa kami di Austria sama sekali menolak meremehkan rasisme atau bahkan anti-Semitisme," jelasnya.

Viktor Orban dan Nehammer mengadakan pembicaraan di Wina, membahas soal persahabatan Austria-Hongaria.

Persahabatan yang mendalam memungkinkan mereka untuk berbicara secara jujur ​​dan setara, bahkan dalam masalah yang tidak mereka setujui.

Dia juga menyoroti pentingnya kerja sama untuk mengatasi imigrasi ilegal dan menerima proposal Viktor Orbán untuk mengadakan konferensi Serbia-Hongaria-Austria.

Selama beberapa hari terakhir, media dan politisi kiri-liberal Austria telah memberikan tekanan besar pada kanselir untuk mengecam pernyataan Orbán.

Orbán menekankan bahwa dia sepenuhnya setuju dengan Nehammer tentang masalah rasisme, mengingat pencapaian Hongaria dan kebijakan nol toleransi pemerintah.

Dia mencatat bahwa kadang-kadang dia mungkin membuat pernyataan yang ambigu, tetapi itu jelas bukan pendekatan biologis ketika dia berbicara tentang "ras campuran" di Tusványos, tetapi itu harus dipahami hanya dalam konteks budaya dan peradaban.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya